Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Parigi Moutong

Forum Kerukunan Umat Beragama Bahas Strategi Perkuat Toleransi di Parigi Moutong

×

Forum Kerukunan Umat Beragama Bahas Strategi Perkuat Toleransi di Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Ngobrol Pintar Kerukunan yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Penguatan kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan “Ngobrol Pintar Kerukunan” yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah di Cafe Aweng, Parigi, Rabu (29/7/2026). Forum dialog yang mengangkat tema “Moderasi Beragama untuk Parigi Moutong yang Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan” itu menjadi ruang bersama bagi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk memperkuat semangat persaudaraan sekaligus menjaga stabilitas sosial di daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid yang mewakili Bupati H. Erwin Burase, jajaran FKUB Provinsi Sulawesi Tengah, FKUB Kabupaten Parigi Moutong, tokoh agama lintas agama, tokoh masyarakat, unsur organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, ditegaskan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang dimiliki Kabupaten Parigi Moutong merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Keberagaman yang kita miliki bukanlah alasan untuk saling membedakan, tetapi merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam membangun Kabupaten Parigi Moutong yang damai, maju, dan sejahtera. Persatuan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat mampu menghargai perbedaan dan hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan,” ujar Abdul Sahid saat membacakan sambutan Bupati.

Baca Juga:  Pemkab Parigi Moutong Bangun Ekosistem Ekonomi Digital Lewat Sinergi dengan KemenKop UKM

Ia menjelaskan, konsep moderasi beragama tidak dimaksudkan untuk mengurangi keyakinan seseorang terhadap ajaran agamanya, melainkan membangun cara pandang yang seimbang dalam menjalankan kehidupan beragama dengan tetap menghormati hak orang lain serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

“Moderasi beragama mengajarkan kita untuk tetap teguh menjalankan keyakinan masing-masing tanpa harus menafikan keberadaan orang lain. Sikap saling menghormati, menolak ekstremisme, dan menjaga persaudaraan merupakan nilai yang harus terus dipelihara,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga menyampaikan apresiasi kepada FKUB Provinsi Sulawesi Tengah dan FKUB Kabupaten Parigi Moutong yang selama ini dinilai berperan aktif menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah melalui berbagai kegiatan dialog, edukasi, dan penguatan komunikasi antarumat beragama.

Baca Juga:  MTQ Ke-IX Kecamatan Parigi Ditutup, Momentum Perkuat Keimanan dan Persatuan Umat

Menurutnya, keberadaan FKUB menjadi salah satu pilar penting dalam membangun ruang komunikasi yang sehat sehingga berbagai persoalan sosial yang berpotensi memicu konflik dapat diselesaikan melalui pendekatan musyawarah dan dialog.

Selain membahas pentingnya toleransi, pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijaksana menyikapi perkembangan teknologi informasi, khususnya penggunaan media sosial yang saat ini sangat mudah dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar.

“Masyarakat harus mampu memilah informasi dengan baik dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang mengandung ujaran kebencian maupun ajakan yang dapat memecah persatuan. Mari jadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan perdamaian,” katanya.

Perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah. Mereka didorong menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai toleransi, menjaga persatuan, serta memperkuat semangat cinta tanah air di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Usai mengikuti dialog, Wakil Bupati Abdul Sahid menegaskan bahwa upaya menjaga kerukunan tidak cukup dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi harus diperkuat hingga ke wilayah kecamatan agar pembinaan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

Baca Juga:  Kantor Pertanahan Parigi Moutong Dukung Penyelesaian Konflik Agraria di Poso

Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama FKUB berencana membentuk kepengurusan FKUB di setiap kecamatan dengan melibatkan seluruh unsur agama yang ada.

“Seluruh agama hidup berdampingan di Kabupaten Parigi Moutong. Karena itu, kami ingin membangun kepengurusan FKUB sampai ke tingkat kecamatan agar komunikasi antarumat beragama semakin kuat. Program FKUB provinsi dan kabupaten memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan,” jelas Abdul Sahid.

Menurutnya, pembentukan kepengurusan FKUB di tingkat kecamatan akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat, sekaligus menjadi wadah edukasi dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme maupun intoleransi.

Melalui forum diskusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap lahir berbagai rekomendasi dan gagasan konstruktif yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis, menjaga persatuan, serta mewujudkan daerah yang aman, damai, maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *