Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Parigi MoutongPotret

Penanganan Banjir Bantaya Dipercepat, Pemkab Fokus Pulihkan Fungsi Drainase

×

Penanganan Banjir Bantaya Dipercepat, Pemkab Fokus Pulihkan Fungsi Drainase

Sebarkan artikel ini
Pemkab Parigi Moutong Gerak Cepat, Tim Gabungan Tinjau Lokasi Banjir di Kelurahan Bantaya. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang kembali memicu genangan di sejumlah kawasan permukiman Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Sebagai respons atas kondisi tersebut, tim gabungan dari sejumlah organisasi perangkat daerah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan langsung di lapangan sekaligus mengidentifikasi penyebab utama terjadinya banjir sebagai dasar penanganan yang lebih efektif.

Peninjauan dilakukan pada Kamis (30/7/2026), sebagai tindak lanjut atas arahan Bupati Parigi Moutong agar penanganan banjir dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan. Kegiatan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Aflianto Hamzah, didampingi jajaran Bidang Sumber Daya Air (SDA), Bidang Cipta Karya, Sekretaris Dinas PUPRP, serta Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong.

Baca Juga:  Bupati Erwin Paparkan Capaian Astacita, Parigi Moutong Catat Prestasi Tertinggi untuk CKG

Tim menyusuri sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi langganan genangan, sekaligus memeriksa kondisi saluran drainase, aliran pembuangan air, serta hambatan yang menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir secara normal menuju saluran utama.

Dari hasil pemeriksaan lapangan, ditemukan bahwa sistem drainase di kawasan tersebut mengalami penurunan fungsi akibat tingginya sedimentasi berupa lumpur, sampah, dan material lain yang menumpuk di dalam saluran. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas drainase berkurang sehingga air meluap ke badan jalan dan permukiman warga ketika curah hujan meningkat.

“Hasil peninjauan menunjukkan bahwa penyebab utama genangan berasal dari saluran drainase yang tidak lagi berfungsi optimal karena dipenuhi endapan lumpur dan adanya penyumbatan pada beberapa titik saluran pembuangan. Kondisi ini membuat aliran air tidak mampu mengalir dengan baik saat hujan deras,” jelas Moh. Aflianto Hamzah.

Baca Juga:  Arab Saudi Salurkan 100 Ton Kurma untuk Masyarakat Muslim di Indonesia

Sebagai langkah penanganan darurat, Dinas PUPRP akan segera mengerahkan personel dan peralatan untuk melakukan normalisasi drainase melalui pembersihan sedimen, pengangkatan sampah, serta membuka kembali titik-titik saluran yang tersumbat agar aliran air dapat kembali berjalan lancar.

Selain penanganan jangka pendek, pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah lanjutan berupa peningkatan kapasitas sistem drainase perkotaan yang akan diusulkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026.

Program tersebut meliputi rehabilitasi saluran yang mengalami kerusakan, peningkatan dimensi drainase pada kawasan rawan banjir, hingga pemeliharaan rutin sebagai upaya mengurangi potensi genangan pada musim penghujan.

Baca Juga:  Program Layanan Simpatik, Puskesmas di Parimo Siapkan Welcome Drink

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menilai bahwa penyelesaian persoalan banjir tidak cukup dilakukan melalui tindakan sesaat, tetapi membutuhkan penataan sistem drainase yang lebih terintegrasi serta dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran air.

“Kami berharap langkah cepat yang dilakukan saat ini mampu mengurangi dampak banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Sementara untuk solusi jangka panjang, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kualitas sistem drainase agar kawasan permukiman, khususnya di Kelurahan Bantaya, menjadi lebih aman dan nyaman dari ancaman genangan,” tutup Moh. Aflianto Hamzah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *