Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Parigi MoutongPotret

Gerak Cepat Pascabanjir, Pemkab Parigi Moutong Normalisasi Sungai di Desa Air Panas

×

Gerak Cepat Pascabanjir, Pemkab Parigi Moutong Normalisasi Sungai di Desa Air Panas

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, bersama Satuan Tugas (Satgas) meninjau langsung pelaksanaan normalisasi sungai di Desa Air Panas . FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mempercepat penanganan dampak banjir di Desa Air Panas dengan mengerahkan puluhan alat berat untuk melakukan normalisasi alur sungai. Langkah ini dilakukan setelah hasil evaluasi lapangan menunjukkan adanya penyempitan dan penyumbatan aliran sungai akibat endapan material yang terbawa arus banjir, sehingga memicu luapan air ke jalan dan permukiman warga.

Penanganan tersebut dipantau langsung oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, bersama Satuan Tugas (Satgas) penanganan bencana, Selasa (4/8/2026). Kehadiran pemerintah di lokasi menjadi bentuk tindak lanjut atas hasil peninjauan sehari sebelumnya yang merekomendasikan penanganan darurat agar fungsi sungai segera kembali normal.

Dari hasil identifikasi di lapangan, material berupa tanah, pasir, batu, dan batang kayu yang terbawa banjir mengendap di sejumlah titik strategis. Endapan tersebut menghambat aliran air dari arah Desa Kayuboko menuju Desa Air Panas, bahkan menyebabkan air tidak lagi mengalir secara maksimal di bawah jembatan.

Baca Juga:  Jelang Bulan Puasa Polisi Gencar Razia Miras Cap Tikus di Luwuk

Akibat kondisi tersebut, debit air meluap hingga melintasi badan jalan di atas jembatan dan menggenangi kawasan permukiman masyarakat saat curah hujan meningkat.

Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah daerah mengerahkan sekitar 19 unit alat berat yang bekerja secara bersamaan di tiga lokasi prioritas, yakni kawasan perbatasan Desa Olaya, titik pertemuan aliran sungai Desa Air Panas dan Desa Kayuboko, serta area sekitar jembatan yang menjadi titik paling kritis.

Normalisasi difokuskan pada pengerukan sedimentasi, pembukaan kembali jalur aliran air, serta penataan badan sungai agar kapasitas tampungnya kembali optimal dalam mengalirkan debit air ketika musim hujan.

Baca Juga:  BPBD Parigi Moutong: Waspadai Karhutla di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Wakil Bupati Abdul Sahid mengatakan, keputusan melakukan normalisasi segera diambil setelah melihat langsung kondisi sungai yang mengalami penyumbatan cukup parah.

“Setelah kami turun meninjau lokasi kemarin, terlihat jelas bahwa aliran sungai dari Kayuboko menuju Air Panas hampir tidak memiliki ruang untuk mengalir di bawah jembatan karena tertutup material. Hari ini kami langsung bergerak melakukan normalisasi agar fungsi sungai kembali pulih dan akses jalan masyarakat dapat digunakan secara normal,” ujar Abdul Sahid.

Ia menambahkan, penanganan yang dilakukan saat ini merupakan langkah darurat untuk mengurangi risiko banjir susulan sekaligus melindungi infrastruktur yang berada di sekitar aliran sungai.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin persoalan yang sama terus berulang setiap musim penghujan sehingga diperlukan upaya penanganan yang tidak hanya bersifat sementara.

Baca Juga:  Polres Parigi Moutong Gelar Patroli Skala Besar Jelang Putusan PHP Pilkada 2024

“Normalisasi ini bukan pekerjaan sekali selesai. Pemerintah daerah bersama pemerintah desa akan terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan secara berkala agar aliran sungai tetap lancar serta mampu mengurangi potensi banjir di kemudian hari,” tegasnya.

Abdul Sahid juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kondisi sungai dengan tidak membuang sampah maupun material yang dapat menghambat aliran air. Ia menilai keberhasilan penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Melalui langkah cepat tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap aktivitas masyarakat di Desa Air Panas dapat kembali berjalan normal, sementara risiko terjadinya luapan air akibat penyumbatan sungai dapat diminimalkan melalui penanganan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *