Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Parigi Moutong

Banjir Bandang Avolua, 12 Rumah Rusak dan 55 Lainnya Terendam

×

Banjir Bandang Avolua, 12 Rumah Rusak dan 55 Lainnya Terendam

Sebarkan artikel ini

KLIKPARIGI.ID Banjir bandang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 01.00 WITA.

Bencana tersebut dipicu hujan dengan intensitas sangat tinggi yang menyebabkan air sungai meluap hingga menggenangi jalan dan permukiman warga.

Laporan kejadian diterima Pusdalops BPBD Parimo pada pukul 01.42 WITA. Hingga pembaruan data pukul 07.00 WITA, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga air sungai meluap hingga ke jalan dan permukiman,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, Rabu pagi.

Baca Juga:  Bappelitbangda Dorong Penyaluran Bansos 2027 Lebih Transparan dan Terukur

Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak terhadap warga di Dusun II sebanyak 28 Kepala Keluarga (KK) atau 103 jiwa. Sementara itu, di kawasan Perum Nelayan terdapat 40 KK yang turut terdampak.

Selain berdampak terhadap warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah. BPBD Parimo mencatat 12 unit rumah mengalami kerusakan, sedangkan 55 unit rumah lainnya terendam.

Sebanyak 12 KK dilaporkan mengungsi akibat banjir. Pagar pabrik durian juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Dampak banjir turut mengganggu akses transportasi di jalur Trans Sulawesi. Jalan tersebut tertimbun lumpur dan material kayu sepanjang sekitar 500 meter yang terbawa arus banjir.

Baca Juga:  Gugus Tugas KLA Parigi Moutong Diperkuat untuk Lindungi Hak Anak

“Banjir sudah surut. Namun, jalan Trans Sulawesi masih macet sepanjang kurang lebih 500 meter akibat timbunan lumpur dan kayu yang terbawa banjir,” ujar Rivai.

BPBD Parimo bersama lintas sektor, aparat desa, TNI, Polri, dan masyarakat telah melakukan koordinasi serta asesmen atau kaji cepat untuk mengetahui dampak bencana.

Sementara itu, pendataan terhadap sektor perkebunan dan pertanian, perikanan, serta peternakan masih dilakukan.

BPBD Parimo mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, meliputi makanan siap saji, air bersih, tenda pengungsian, logistik penanggulangan bencana, normalisasi sungai, serta pembersihan rumah warga terdampak.

Baca Juga:  Langkah Besar Parigi Moutong, Packing House Durian Siap Tembus Pasar Global

Hingga Rabu pagi, tim BPBD Parimo masih melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi. Penanganan bersama unsur terkait juga terus dilakukan untuk membersihkan material banjir dan memastikan kondisi warga terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *