Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Nasional

Nusron Ajak Generasi Muda Dorong Kebijakan yang Memanusiakan Manusia

×

Nusron Ajak Generasi Muda Dorong Kebijakan yang Memanusiakan Manusia

Sebarkan artikel ini

KLIKPARIGI.ID – Pendekatan kebijakan yang berorientasi pada nilai kemanusiaan menjadi pesan utama yang disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, saat berdialog dengan mahasiswa dalam forum Nusantara Young Leaders di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/04/2026).

Dalam sesi diskusi bertajuk “Total Politik”, ia menekankan bahwa setiap kebijakan publik harus menempatkan manusia sebagai pusat perhatian, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di sektor pertanahan.

“Karena kita (mantan) aktivis mahasiswa, cara menyelesaikan masalah itu dengan cara pendekatan yang kemanusiaan dan berkeadilan. Manusia itu kita tempatkan yang utama. Semua kebijakan ini harus memanusiakan manusia,” ujarnya.

Baca Juga:  Kunjungi Pasuruan, Wamen ATR/BPN Tekankan Pentingnya Mutu Data Pertanahan

Ia menjelaskan, prinsip tersebut tidak hanya menjadi pendekatan dalam bekerja, tetapi juga menjadi tolok ukur dalam menilai kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang namanya jadi pejabat itu harus hati-hati. Segala sesuatu di dunia, selama bermanfaat pasti akan bertahan di muka bumi. Kalau tidak bermanfaat, tidak mungkin bisa bertahan. Itu kata kuncinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nusron menegaskan bahwa kebijakan yang baik adalah kebijakan yang mempermudah masyarakat, bukan sebaliknya. Ia juga mengaitkan hal tersebut dengan nilai moral dalam kepemimpinan, di mana pemimpin yang mempersulit rakyat akan menghadapi kesulitan, sementara yang membantu masyarakat akan mendapatkan kemuliaan.

Baca Juga:  KAPTI-AGRARIA dan ATR/BPN Bahas Reformasi Kebijakan Pertanahan

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen kritik sosial yang konstruktif. Menurutnya, kritik yang disampaikan harus memiliki tujuan jelas demi kepentingan bangsa.

“Jangan hanya setiap (kebijakan) dikritik dan dicaci maki. Kritik setuju karena berkritik itu adalah kewajiban mahasiswa. Kamu jangan jadi aktivis, kalau tidak bisa mengkritik. Tapi sekali lagi, adalah sengsara kalau mengkritik tidak tahu apa tujuan (kritiknya) untuk negeri,” tutupnya.

Kegiatan yang mengangkat tema “Mencetak Negarawan, Membangun Peradaban” ini turut menghadirkan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, serta diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Diskusi berlangsung interaktif dengan panduan moderator Arie Putra dan Budi Adiputro.

Baca Juga:  BPN Sulteng dan UIN Datokarama Siapkan Agenda Strategis Kunjungan Menteri

Turut mendampingi Menteri Nusron dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN, termasuk Kepala Biro Humas dan Protokol serta jajaran kantor wilayah dan kantor pertanahan setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *