KLIKPARIGI.ID – Penguatan kapasitas penghulu sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan dan pembinaan keluarga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) III Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Parigi Moutong yang digelar di Cafe Aweng, Kamis (6/8/2026). Forum organisasi tersebut dimanfaatkan untuk menyusun arah kebijakan baru sekaligus memperkokoh peran penghulu dalam menjawab berbagai dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Muscab dibuka secara resmi melalui sambutan tertulis Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, yang dibacakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, H. Marzuk. Pemerintah daerah memberikan apresiasi atas konsistensi APRI dalam mendukung pelayanan keagamaan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan berkualitas.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa keberlangsungan sebuah organisasi profesi sangat ditentukan oleh kemampuan anggotanya melakukan evaluasi, memperkuat solidaritas, serta menyusun program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, Muscab dinilai menjadi forum penting untuk melahirkan berbagai gagasan dan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan para penghulu.
“Musyawarah cabang tidak hanya menjadi forum memilih kepengurusan baru, tetapi juga menjadi momentum mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat komitmen bersama, dan menyusun langkah strategis demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Marzuk membacakan sambutan Bupati.
Menurutnya, penghulu memiliki tanggung jawab yang tidak sederhana. Selain menjalankan tugas pencatatan pernikahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, penghulu juga berperan memberikan pembinaan kepada calon pasangan suami istri agar mampu membangun rumah tangga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta berlandaskan nilai-nilai agama.
Peran tersebut dinilai semakin penting di tengah berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, seperti meningkatnya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, pernikahan usia dini, hingga persoalan ketahanan keluarga. Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk penghulu sebagai pendamping masyarakat dalam memberikan edukasi mengenai kehidupan berkeluarga.
“Penghulu merupakan garda terdepan dalam membangun keluarga yang berkualitas. Kehadirannya tidak hanya saat akad nikah berlangsung, tetapi juga melalui pembinaan yang mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga mendorong APRI agar terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pengembangan kompetensi. Penguasaan teknologi informasi, peningkatan kemampuan profesional, serta penguatan integritas dinilai menjadi kebutuhan yang harus dimiliki setiap penghulu dalam memberikan pelayanan publik yang semakin baik.
“Kami berharap APRI mampu terus meningkatkan kapasitas para anggotanya sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan amanah,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap pembangunan karakter masyarakat melalui penguatan nilai-nilai keagamaan serta peningkatan kualitas keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus membuka ruang kolaborasi bersama Kementerian Agama, APRI, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing. Upaya tersebut selaras dengan visi pembangunan daerah, yakni “Parigi Moutong Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan Melalui Gerbang Desa.”
Di akhir sambutannya, Bupati berharap Muscab III APRI menghasilkan kepengurusan yang memiliki semangat pengabdian, mampu menjaga kekompakan organisasi, serta menghadirkan berbagai program inovatif yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Mari manfaatkan forum ini untuk melahirkan pemikiran-pemikiran terbaik. Jadikan perbedaan pendapat sebagai kekuatan dalam menghasilkan keputusan yang membawa organisasi semakin maju, profesional, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.














