KLIKPARIGI.ID – Perkebunan kakao, kelapa dalam, dan pala di Kabupaten Parigi Moutong menjadi sasaran penguatan melalui program peremajaan tanaman yang diperjuangkan pemerintah daerah kepada Kementerian Pertanian. Langkah ini diarahkan untuk menangani kebun yang telah menua atau mengalami kerusakan, sekaligus menjaga produktivitas komoditas perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam audiensi Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, bersama Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., pada Selasa (27/10/2026). Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priyatna.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan peremajaan perkebunan sekaligus memperjuangkan tambahan dukungan bagi petani. Pembahasan mencakup perluasan program peremajaan kakao, penanganan kebun kelapa dalam yang rusak, serta pengembangan komoditas pala pada tahun mendatang.
Kakao masih menjadi salah satu komoditas perkebunan andalan Kabupaten Parigi Moutong. Luas areal kakao di daerah ini mencapai sekitar 66.000 hektare. Namun, dari total tersebut, kurang lebih 17.000 hektare dilaporkan telah mengalami penuaan tanaman dan kerusakan sehingga membutuhkan peremajaan agar produktivitas kebun dapat dipulihkan.
Pemerintah daerah menyebutkan, program peremajaan kakao telah dilaksanakan pada areal seluas 6.500 hektare sepanjang 2026. Selain pelaksanaan tersebut, Pemkab Parigi Moutong mengajukan tambahan dukungan untuk peremajaan seluas 2.500 hektare.
Menurut Kepala Dinas TPHP Parigi Moutong, Dadan Priyatna, tambahan kuota tersebut telah dibahas bersama pihak kementerian. Penyaluran bibit untuk kebutuhan peremajaan tambahan itu diharapkan dapat berlangsung pada November hingga Desember 2026.
“Dari hasil pembicaraan dan dukungan kementerian, kuota kita ditambah untuk peremajaan 2.500 hektare. Bibitnya sudah siap untuk penyaluran November dan Desember 2026. Yang ditunggu pihak kementerian, CPCL harus segera masuk,” kata Dadan.
CPCL merupakan singkatan dari Calon Petani dan Calon Lokasi, yaitu data calon penerima dan lokasi kegiatan yang diperlukan dalam pelaksanaan program bantuan. Karena itu, penyampaian data CPCL menjadi bagian penting agar proses penyaluran bantuan dapat dilanjutkan sesuai ketentuan.
Selain bibit tanaman, petani yang masuk dalam program juga direncanakan memperoleh bantuan biaya tanam sebesar Rp1,2 juta per hektare. Dana tersebut akan disalurkan langsung ke rekening kelompok penerima sesuai mekanisme yang disampaikan dalam pertemuan.
“Ditambah dengan biaya tanam Rp1,2 juta per hektare. Itu langsung ke rekening kelompok, begitu yang disampaikan Pak Direktur tadi,” ujar Dadan.
Dukungan tersebut diharapkan membantu meringankan kebutuhan biaya penanaman kembali bagi petani yang kebunnya masuk dalam program peremajaan. Meski demikian, pelaksanaannya tetap memerlukan pemenuhan persyaratan administrasi, termasuk penyelesaian data CPCL.
Untuk program 2027, Pemkab Parigi Moutong juga mempersiapkan usulan peremajaan kakao seluas 8.000 hektare. Selain itu, pemeliharaan intensif direncanakan untuk 8.500 hektare kebun yang masih produktif.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa penanganan kakao tidak hanya diarahkan pada kebun yang rusak, tetapi juga pada pemeliharaan tanaman yang masih menghasilkan. Dengan demikian, produktivitas perkebunan diharapkan tetap terjaga sambil menunggu tanaman hasil peremajaan memasuki masa produksi.
Selain kakao, kelapa dalam merupakan komoditas penting bagi masyarakat Parigi Moutong. Luas areal perkebunan kelapa dalam di daerah tersebut tercatat sekitar 29.000 hektare. Namun, kurang lebih 7.500 hektare di antaranya mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan.
Program peremajaan kelapa dalam telah mulai dilaksanakan pada 2026. Untuk melanjutkan upaya tersebut, pemerintah daerah mengusulkan peremajaan tambahan seluas 2.000 hektare pada 2027.
Usulan itu diharapkan dapat membantu petani mengganti tanaman yang tidak lagi produktif dengan tanaman baru yang berpotensi menghasilkan dalam jangka panjang.
Peremajaan kelapa dalam menjadi penting karena komoditas ini memiliki peran dalam menopang pendapatan keluarga petani. Apabila kebun dikelola dan dipelihara dengan baik, kelapa dapat terus menjadi sumber produksi perkebunan yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bibit. Pendampingan petani, pemeliharaan tanaman, dan pengelolaan kebun secara berkelanjutan juga dibutuhkan agar tanaman yang diremajakan dapat tumbuh dengan baik.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga mulai mendorong pengembangan pala sebagai salah satu komoditas yang berpotensi memperluas sumber pendapatan petani.
Dalam audiensi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah mengusulkan program peremajaan pala seluas 1.000 hektare untuk 2027. Usulan ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan komoditas tersebut di berbagai wilayah desa yang memiliki potensi perkebunan pala.
Pengembangan pala menjadi bagian dari upaya memperkuat keragaman komoditas perkebunan di Parigi Moutong. Dengan tidak hanya bertumpu pada satu komoditas, petani diharapkan memiliki peluang ekonomi yang lebih beragam sesuai kondisi lahan dan potensi daerah masing-masing.
Meski demikian, realisasi program peremajaan pala masih bergantung pada tindak lanjut usulan dan dukungan dari pemerintah pusat. Perencanaan lokasi, pendataan calon penerima, serta kesiapan pelaksanaan menjadi aspek yang perlu diperhatikan agar program dapat berjalan tepat sasaran.
Audiensi Bupati Erwin Burase dengan jajaran Kementerian Pertanian menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperjuangkan kebutuhan sektor perkebunan. Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Parigi Moutong berupaya memperoleh dukungan program yang sesuai dengan kondisi kebun dan kebutuhan petani di lapangan.
Berdasarkan rencana yang disampaikan, perhatian pemerintah daerah mencakup peremajaan kakao, kelapa dalam, dan pala, serta pemeliharaan kebun kakao yang masih produktif. Seluruh langkah itu diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi perkebunan dan memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Peremajaan tanaman diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan kebun yang telah tua atau rusak. Sementara itu, pemeliharaan tanaman produktif menjadi upaya untuk mempertahankan hasil perkebunan yang masih dapat memberikan pendapatan bagi petani.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap usulan yang disampaikan kepada Kementerian Pertanian dapat ditindaklanjuti sehingga program yang direncanakan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Dukungan bibit, bantuan biaya tanam, dan pemeliharaan kebun diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas serta memperkuat kesejahteraan petani.
Dengan pengelolaan program yang tepat dan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok tani, serta petani penerima manfaat, perkebunan kakao, kelapa dalam, dan pala di Parigi Moutong diharapkan mampu berkembang lebih baik dan memberikan hasil yang berkelanjutan.












