Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi MoutongPendidikanPotret

Bunda PAUD Parimo Dorong Kreativitas Anak Lewat Karnaval Hardiknas

×

Bunda PAUD Parimo Dorong Kreativitas Anak Lewat Karnaval Hardiknas

Sebarkan artikel ini
Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, melepas Pawai Karnaval Hardiknas 2026. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Parigi Moutong berlangsung meriah dengan digelarnya Pawai Karnaval PAUD yang diikuti puluhan peserta didik dari berbagai lembaga pendidikan anak usia dini se-Kecamatan Parigi di Lapangan Toraranga, Jum’at (1/5/2026).

Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, yang hadir memberikan semangat kepada para peserta. Meski cuaca sempat diguyur hujan, antusiasme anak-anak dan para pendamping tetap tinggi mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Sebanyak 59 kontingen dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan beragam kostum edukatif dan kreatif yang mengangkat tema pendidikan serta budaya.

Baca Juga:  BPOM Banggai dan Pemda Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Terpadu

Rute pawai dimulai dari depan Perpustakaan Daerah Toraranga, melintasi kawasan Rumah Jabatan Bupati, Dekranasda, dan berakhir di halaman Kantor Dinas Pendidikan Parigi Moutong.

Panitia pelaksana, Ince Susanti, menjelaskan bahwa penilaian lomba dilakukan secara ketat dengan mengacu pada sejumlah indikator utama yang telah ditetapkan panitia.

“Penilaian difokuskan pada kesesuaian tema pendidikan, kreativitas kostum, kekompakan, serta ketertiban peserta selama mengikuti pawai,” jelasnya.

Ia menambahkan, unsur tema pendidikan menjadi komponen dengan nilai tertinggi dalam penilaian, disusul kreativitas atribut dan penampilan peserta di lapangan.

Baca Juga:  Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53, Bupati Kukuhkan Ketua TP-PKK Baru

Salah satu dewan juri menegaskan bahwa setiap kostum dan atribut yang digunakan harus benar-benar mencerminkan tema yang diusung masing-masing peserta.

“Kalau memilih tema tertentu, atribut yang digunakan harus menggambarkan tema itu secara utuh agar penilaiannya maksimal,” ujarnya.

Usai melepas peserta, Hj. Hestiwati Nanga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, orang tua, dan panitia yang tetap bersemangat menyukseskan kegiatan meskipun kondisi cuaca kurang mendukung.

Menurutnya, pawai karnaval bukan sekadar ajang hiburan, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya dan lingkungan sejak usia dini.

Baca Juga:  Rapat TKPKD Parigi Moutong Bahas Penanggulangan Kemiskinan

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar tampil berani, mengenal keberagaman, dan membangun semangat kebersamaan sejak dini,” tuturnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para guru pendamping yang menilai pawai karnaval mampu menjadi media pembelajaran luar kelas yang menyenangkan bagi peserta didik.

Pawai berlangsung tertib hingga selesai dan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat yang memadati sepanjang rute kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *