KLIKPARIGI.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus memperkuat perannya dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN), khususnya pada sektor pengembangan hunian dan kawasan perkotaan baru. Langkah ini diwujudkan dengan penyiapan lahan dalam skala luas di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Jakarta, Kamis (16/4/2026), Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang siap dimanfaatkan untuk pembangunan hunian vertikal maupun kawasan kota baru.
“Kami telah menyiapkan sejumlah lahan di berbagai wilayah sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan hunian, khususnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat di perkotaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan hunian bertingkat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kepadatan penduduk di kota besar. Selain itu, pemerintah juga mendorong pembangunan kota satelit sebagai alternatif pemerataan permukiman.
“Ke depan, tidak hanya hunian vertikal, tetapi juga pengembangan kota-kota baru akan menjadi bagian penting dalam mengurangi tekanan di wilayah perkotaan utama,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dimiliki, luas lahan yang telah teridentifikasi mencapai ratusan ribu hektare. Namun, dari jumlah tersebut, sebagian masih dalam tahap kajian untuk memastikan kelayakan pemanfaatannya.
“Dari total lahan yang terdata, sebagian sudah masuk kategori siap digunakan, sementara sisanya masih dalam proses penilaian lebih lanjut,” tambahnya.
Untuk kawasan perkotaan, prioritas diarahkan pada pembangunan hunian vertikal, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara itu, pengembangan kota satelit membutuhkan lahan yang lebih luas guna mendukung pembangunan kawasan terpadu.
Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menilai ketersediaan lahan menjadi faktor utama dalam keberhasilan program pembangunan perumahan nasional.
“Ketersediaan lahan menjadi kunci utama agar program pembangunan rumah dapat berjalan optimal,” ungkap perwakilan kementerian terkait.
Melalui sinergi antar kementerian ini, pemerintah berharap pembangunan hunian dapat berjalan lebih cepat dan merata, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah.















