KLIKPARIGI.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Parigi Moutong berlangsung meriah dengan digelarnya Pawai Karnaval PAUD yang diikuti puluhan peserta didik dari berbagai lembaga pendidikan anak usia dini se-Kecamatan Parigi di Lapangan Toraranga, Jum’at (1/5/2026).
Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, yang hadir memberikan semangat kepada para peserta. Meski cuaca sempat diguyur hujan, antusiasme anak-anak dan para pendamping tetap tinggi mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Sebanyak 59 kontingen dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan beragam kostum edukatif dan kreatif yang mengangkat tema pendidikan serta budaya.
Rute pawai dimulai dari depan Perpustakaan Daerah Toraranga, melintasi kawasan Rumah Jabatan Bupati, Dekranasda, dan berakhir di halaman Kantor Dinas Pendidikan Parigi Moutong.
Panitia pelaksana, Ince Susanti, menjelaskan bahwa penilaian lomba dilakukan secara ketat dengan mengacu pada sejumlah indikator utama yang telah ditetapkan panitia.
“Penilaian difokuskan pada kesesuaian tema pendidikan, kreativitas kostum, kekompakan, serta ketertiban peserta selama mengikuti pawai,” jelasnya.
Ia menambahkan, unsur tema pendidikan menjadi komponen dengan nilai tertinggi dalam penilaian, disusul kreativitas atribut dan penampilan peserta di lapangan.
Salah satu dewan juri menegaskan bahwa setiap kostum dan atribut yang digunakan harus benar-benar mencerminkan tema yang diusung masing-masing peserta.
“Kalau memilih tema tertentu, atribut yang digunakan harus menggambarkan tema itu secara utuh agar penilaiannya maksimal,” ujarnya.
Usai melepas peserta, Hj. Hestiwati Nanga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, orang tua, dan panitia yang tetap bersemangat menyukseskan kegiatan meskipun kondisi cuaca kurang mendukung.
Menurutnya, pawai karnaval bukan sekadar ajang hiburan, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya dan lingkungan sejak usia dini.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar tampil berani, mengenal keberagaman, dan membangun semangat kebersamaan sejak dini,” tuturnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para guru pendamping yang menilai pawai karnaval mampu menjadi media pembelajaran luar kelas yang menyenangkan bagi peserta didik.
Pawai berlangsung tertib hingga selesai dan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat yang memadati sepanjang rute kegiatan.















