Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Nasional

Menteri ATR/BPN Dorong Sinergi Lintas Lembaga Perkuat Mitigasi Bencana di Indonesia

×

Menteri ATR/BPN Dorong Sinergi Lintas Lembaga Perkuat Mitigasi Bencana di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Rapat Kerja (Raker) Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (LAK-PB MUI). FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Penguatan sistem penanggulangan bencana nasional menjadi perhatian utama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, saat menghadiri Rapat Kerja Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (LAK-PB MUI), Jumat (01/05/2026), di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Jawa Barat.

Dalam forum tersebut, Menteri Nusron menekankan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak cukup hanya ditopang perencanaan yang baik, tetapi juga harus didukung pelaksanaan yang kuat dan ketersediaan anggaran yang memadai.

“Perencanaan yang baik harus dibarengi implementasi yang kuat serta dukungan pembiayaan yang memadai. Tanpa itu, program penanggulangan bencana tidak akan berjalan optimal,” ujar Nusron Wahid.

Baca Juga:  ATR/BPN Dukung Penuh Pelabuhan Tanjung Carat, Proyek Strategis Nasional di Sumsel

Mengacu pada tema rapat kerja “Membangun Sistem Penanggulangan Bencana: Sinergi, Cepat, dan Tangguh”, Nusron juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.

“Penguatan SDM menjadi kebutuhan mendasar. Pelatihan dan peningkatan kapasitas personel harus menjadi prioritas dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh,” katanya.

Selain itu, Nusron mendorong seluruh lembaga yang terlibat dalam penanganan bencana untuk bekerja sesuai bidang keahlian dan fungsi masing-masing agar tercipta sistem yang lebih efektif dan terkoordinasi.

Baca Juga:  Semangat Ramadan, ATR/BPN Perkuat Kepedulian dan Sinergi Nasional

Di hadapan jajaran pengurus MUI, ia turut menjelaskan tahapan utama dalam penanganan bencana, mulai dari proses evakuasi, tanggap darurat, hingga tahapan pemulihan dan rehabilitasi pascabencana.

“Setiap tahapan penanganan bencana harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari evakuasi, tanggap darurat, sampai proses recovery dan rehabilitasi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa posisi geografis Indonesia yang berada di jalur cincin api Pasifik menjadikan negara ini memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Baca Juga:  Percepat Legalitas Aset Keagamaan, ATR/BPN Serahkan 33 Sertipikat Tanah Wakaf di Sulteng

“Indonesia berada di kawasan rawan bencana, sehingga penguatan sistem mitigasi dan penanggulangan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” ungkap Amirsyah.

Melalui dukungan Kementerian ATR/BPN, LAK-PB MUI berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan kebencanaan, termasuk banjir, longsor, cuaca ekstrem, hingga bencana geologi seperti tsunami.

Pada akhir kegiatan, Ketua LAK-PB MUI Hasan Basri Sagala menyerahkan atribut lembaga kepada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dukungannya terhadap penguatan sistem penanggulangan bencana nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *