Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Parigi Moutong

Korban Pohon Tumbang Bertambah, Bupati Erwin Burase Sampaikan Duka Mendalam

×

Korban Pohon Tumbang Bertambah, Bupati Erwin Burase Sampaikan Duka Mendalam

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, mengunjungi langsung pasien yang meninggal akibat pohon tumbang di Rs. Undata Palu. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Kabar duka kembali menyelimuti peristiwa pohon tumbang yang terjadi di Jalan Lida Gimba, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong. Salah satu korban, Juita, mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Undata Palu, Senin (13/4/2026) sore.

Juita sebelumnya dirujuk dari RSUD Anuntaloko Parigi ke Palu bersama korban lainnya, Safha Gisela Anastasya, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut akibat luka serius yang diderita.

Dokter Spesialis Bedah RSUD Undata Palu, dr. Maynard Maramis, Sp.B, menjelaskan bahwa pasien sempat menjalani operasi besar sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Pasien telah menjalani tindakan operasi sejak Minggu malam hingga dini hari. Namun setelah itu kondisinya terus menurun hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Awasi PSU di Sejumlah TPS, KPU dan Bawaslu Parimo Berharap Ini Menjadi Bahan Evaluasi

Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab kematian adalah serangan jantung mendadak yang dipicu oleh kondisi tubuh pascaoperasi.

“Berdasarkan evaluasi medis, pasien mengalami trauma berat yang menyebabkan robekan pada organ dalam seperti usus halus dan limpa, sehingga memerlukan tindakan operasi segera,” jelasnya.

Peristiwa ini menambah daftar korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Sebelumnya, seorang balita bernama Eizan Alfariq Ramadhan (4) juga meninggal dunia tak lama setelah mendapat penanganan di RSUD Anuntaloko Parigi.

Pihak rumah sakit menyatakan telah memberikan penanganan maksimal terhadap pasien. “Tim medis sudah berupaya secara optimal, namun kondisi pasien tidak memungkinkan untuk diselamatkan,” tambah dr. Maynard.

Baca Juga:  Erwin Burase Tinjau Dampak Banjir di Desa Matolele, Fokus Perbaiki Akses Warga

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, yang langsung mendatangi RSUD Undata Palu usai menerima kabar duka, turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa sebelumnya ia sempat menjenguk korban saat masih dirawat. “Kemarin kami sempat berbincang saat menjenguk di rumah sakit. Saya mengira yang akan dirujuk adalah anaknya, karena saat itu anaknya masih dirawat di ICU,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemprov Sulteng Gelar Mitigasi Bencana di Parigi Moutong

Terkait proses pemulangan jenazah, Bupati menyebut pihak rumah sakit bergerak cepat menindaklanjuti permintaan keluarga.

“Keluarga meminta agar jenazah tidak ditempatkan di ruang jenazah. Alhamdulillah, pihak rumah sakit langsung merespons dengan menyiapkan ambulans dalam waktu singkat,” jelasnya.

Sekitar pukul 18.25 WITA, jenazah almarhumah diberangkatkan menuju kediaman keluarga di Desa Boyantongo.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada pihak RSUD Undata Palu atas kesigapan dalam menangani korban.

“Menurut informasi dari dokter, kurang dari 24 jam sejak dirujuk, pasien sudah menjalani operasi. Ini menunjukkan keseriusan pihak rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *