Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Parigi MoutongPotret

Kominfo Parigi Moutong Percepat Implementasi Satu Data Lewat Coaching Clinic

×

Kominfo Parigi Moutong Percepat Implementasi Satu Data Lewat Coaching Clinic

Sebarkan artikel ini
Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar kegiatan Coaching Clinic Pengisian Metadata Statistik Sektoral Pemerintah Daerah. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Kelengkapan informasi pendukung data pemerintahan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) didorong tidak hanya menghasilkan data sektoral, tetapi juga memastikan data tersebut memiliki metadata yang jelas agar dapat ditelusuri, dipahami, dan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Dorongan tersebut diwujudkan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Parigi Moutong melalui Coaching Clinic Pengisian Metadata Statistik Sektoral Pemerintah Daerah yang digelar di Ruang Rapat Dinas Kominfo, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan perwakilan badan dan OPD untuk mengikuti pembekalan sekaligus praktik langsung pengisian metadata.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya, Persandian, dan Statistik Dinas Kominfo Parigi Moutong, Astiti H. Simpu, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar perangkat daerah tidak berhenti pada tahap memahami konsep, tetapi mampu mengerjakan pengisian metadata secara langsung.

Baca Juga:  Pisang Goreng Pinggir Jalan Yang Tidak Pernah Sepi

Menurutnya, sosialisasi mengenai statistik sektoral sebelumnya sudah dilakukan. Namun, pelaksanaannya belum menunjukkan hasil yang diharapkan karena belum ada OPD yang memasukkan metadata ke Portal Satu Data Indonesia.

“Materi statistik sektoral sebenarnya sudah sering kita sampaikan. Tetapi sampai sekarang belum ada OPD yang memasukkan metadata ke Portal Satu Data Indonesia. Karena itu, coaching clinic ini kita buat dalam bentuk praktik langsung agar peserta benar-benar bisa mengisinya,” ujar Astiti.

Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan membawa data dari masing-masing OPD beserta perangkat komputer. Data tersebut digunakan sebagai bahan latihan sehingga proses pengisian dapat disesuaikan dengan kondisi dan jenis data yang dimiliki setiap perangkat daerah.

Sebelum praktik dimulai, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian metadata, fungsi metadata dalam pengelolaan statistik sektoral, serta tahapan penyusunan dan pengisiannya. Setelah itu, peserta mendapatkan pendampingan secara intensif saat mulai memasukkan informasi ke dalam sistem.

Baca Juga:  Lomba Masak Serba Ikan, Diharapkan Tingkatkan Konsumsi Ikan di Kalangan Muda

Pendampingan dilakukan Hidayat, Pranata Komputer Ahli Pratama pada BPS Kabupaten Parigi Moutong. Ia menjelaskan bahwa metadata merupakan bagian penting dalam penerapan kebijakan Satu Data Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019.

“Dalam Satu Data Indonesia ada empat prinsip yang harus diperhatikan, yaitu standar data, metadata, interoperabilitas, serta kode referensi dan data. Metadata diperlukan supaya data yang dihasilkan memiliki informasi yang jelas dan dapat dipercaya,” jelas Hidayat.

Menurutnya, keberadaan metadata membantu pengguna mengetahui asal-usul, definisi, karakteristik, serta konteks dari sebuah data. Dengan demikian, data sektoral yang dipublikasikan tidak sekadar berupa angka atau informasi, tetapi memiliki penjelasan yang memungkinkan pengguna memahami dan memanfaatkannya secara tepat.

Baca Juga:  Parigi Moutong Raih UHC Award 2026, Erwin Burase Tegaskan Komitmen Jamin Kesehatan Warga

Dinas Kominfo Parigi Moutong menargetkan kegiatan tersebut dapat mendorong seluruh OPD mulai melengkapi metadata dari data yang dihasilkan masing-masing. Langkah ini diharapkan memperbaiki kualitas pengelolaan statistik sektoral sekaligus mendukung keterhubungan data antarperangkat daerah.

“Target kita bukan hanya kegiatan ini selesai. Kami ingin setelah coaching clinic, masing-masing OPD mulai mengisi dan melengkapi metadata yang mereka miliki sehingga data di Portal Satu Data Indonesia semakin lengkap,” kata Astiti.

Dengan metadata yang tersusun secara baik, data pemerintah daerah diharapkan lebih mudah diverifikasi, dipertanggungjawabkan, dan diakses oleh pihak yang membutuhkan. Data tersebut juga dapat menjadi salah satu fondasi dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan Kabupaten Parigi Moutong yang lebih berbasis bukti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *