Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Parigi MoutongPotret

Perkuat Daya Saing Kriya Lokal, Dekranasda Parimo Siapkan Pelatihan Batik Cap

×

Perkuat Daya Saing Kriya Lokal, Dekranasda Parimo Siapkan Pelatihan Batik Cap

Sebarkan artikel ini
Ketua Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong Hj. Hestiwati Nanga berfoto bersama Ibu Selvi Ananda, istri Wakil Presiden Republik Indonesia dalam kegiatan pameran kerajinan Nusantara, Kriyanusa 2026. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Pengembangan keterampilan menjadi salah satu langkah yang disiapkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Parigi Moutong untuk memperluas peluang usaha para perajin lokal. Tidak hanya mengandalkan produk yang telah berkembang selama ini, Dekranasda mulai menyiapkan program pelatihan yang diarahkan pada penciptaan ragam karya baru, termasuk keterampilan membuat batik cap.

Program tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, saat menghadiri pembukaan Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Hestiwati, keikutsertaan dalam Kriyanusa 2026 memberikan kesempatan bagi daerah untuk melihat secara langsung perkembangan industri kerajinan, perubahan selera konsumen serta inovasi yang dilakukan para pelaku kriya dari berbagai wilayah Indonesia.

Dari momentum tersebut, Dekranasda Parigi Moutong tidak hanya menjadikannya sebagai ajang untuk melihat dan mengenalkan produk kerajinan daerah. Hasil pengamatan terhadap perkembangan industri kriya juga menjadi bahan untuk menentukan langkah pembinaan perajin di daerah.

Salah satu program yang telah disiapkan adalah pelatihan pembuatan batik cap. Anggaran untuk mendukung kegiatan tersebut telah dialokasikan dan programnya diarahkan kepada penenun maupun perajin yang ingin mengembangkan keterampilan serta memperluas jenis produk yang dihasilkan.

Baca Juga:  Jelajah Alam Parigi 2025 Resmi Dibuka, Angkat Wisata dan Ekonomi Lokal Parigi Moutong

“Kami datang ke Kriyanusa bukan hanya untuk melihat pameran. Ada hal yang ingin kami bawa pulang untuk dikembangkan di Parigi Moutong. Salah satunya adalah peningkatan keterampilan perajin melalui pelatihan batik cap yang anggarannya sudah kami siapkan,” ujar Hestiwati.

Ia menjelaskan, penguatan kemampuan perajin menjadi penting karena persaingan produk kerajinan semakin berkembang. Perubahan tren desain dan pola konsumsi masyarakat membuat pelaku usaha kriya perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi tanpa kehilangan karakter budaya daerah.

Menurutnya, identitas lokal tetap harus menjadi kekuatan utama dalam pengembangan produk. Namun, identitas tersebut perlu dikemas melalui inovasi agar karya yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mampu mengikuti kebutuhan pasar.

Karena itu, pelatihan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan keterampilan teknis baru. Lebih jauh, program tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi perajin untuk menciptakan produk yang lebih beragam, memiliki nilai jual dan dapat dikembangkan sebagai bagian dari usaha berkelanjutan.

Dekranasda Parigi Moutong juga menyiapkan pola pembinaan yang melibatkan berbagai unsur. Salah satu pihak yang akan diperkuat sinerginya adalah Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong, terutama dalam mendukung pengembangan kerajinan berbasis potensi lokal.

Baca Juga:  Gereja GPDI Siloam Parigi Diresmikan

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pembinaan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Setelah memperoleh keterampilan, para perajin diharapkan mendapat ruang untuk mengembangkan produk, memperkenalkannya kepada masyarakat dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Hestiwati mengatakan Parigi Moutong memiliki modal budaya yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi produk kriya bernilai ekonomi. Salah satu yang telah dikenal adalah Tenun Motif Saga yang menjadi salah satu identitas kerajinan daerah.

Namun, ia menegaskan bahwa potensi kriya Parigi Moutong tidak terbatas pada satu motif atau jenis produk tertentu. Berbagai kekayaan budaya dan kearifan lokal lainnya masih dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki daya tarik pasar.

“Tenun Motif Saga memang menjadi salah satu kebanggaan kita, tetapi potensi kerajinan Parigi Moutong jauh lebih luas. Banyak kearifan lokal yang masih bisa dikembangkan, diberikan sentuhan inovasi dan diperkenalkan lebih luas,” katanya.

Menurut Hestiwati, pengembangan kerajinan daerah membutuhkan proses yang berkesinambungan. Perajin perlu diberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, sementara lembaga pembina harus membantu membuka ruang promosi dan memperluas jaringan pemasaran.

Keberadaan Kriyanusa 2026 juga menjadi momentum bagi Dekranasda untuk mempelajari berbagai pendekatan pengembangan produk yang dilakukan daerah lain. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam menyusun pembinaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perajin Parigi Moutong.

Baca Juga:  Mengembangkan Potensi Atlet: Visi Baru Faisan Badja sebagai Ketua KONI Parigi Moutong

Dengan kombinasi peningkatan kapasitas, inovasi produk dan kerja sama lintas sektor, Dekranasda Parigi Moutong berharap pelaku UMKM dan perajin daerah dapat memiliki kemampuan yang semakin kuat dalam menghadapi persaingan.

Hestiwati menegaskan, pembinaan yang dilakukan tidak semata-mata bertujuan mempertahankan keberadaan kerajinan tradisional. Program tersebut juga diarahkan agar kerajinan mampu berkembang menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Harapan kami, langkah ini dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha Parigi Moutong untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya. Kita ingin produk kriya daerah mampu bersaing bukan hanya di pasar sendiri, tetapi juga di tingkat nasional dan ke depan memiliki peluang masuk pasar internasional,” pungkasnya.

Melalui agenda tersebut, Dekranasda Parigi Moutong berupaya menjadikan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat sebagai kekuatan ekonomi baru. Penguatan keterampilan perajin, diversifikasi produk serta promosi yang lebih luas diharapkan dapat menjadi bagian dari proses membawa kerajinan lokal menuju pasar yang lebih kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *