KLIKPARIGI.ID – Sebanyak 43 pegawai Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Tengah mendapatkan kepercayaan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab baru dalam jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari pelantikan 1.361 Pejabat Manajerial dan Non Manajerial yang dilaksanakan secara serentak dan dipusatkan di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Dari jumlah tersebut, 18 pegawai Kanwil BPN Sulawesi Tengah dilantik sebagai pejabat manajerial, sementara 25 lainnya menduduki jabatan non manajerial. Prosesi pelantikan diikuti oleh jajaran Kanwil BPN Sulteng secara daring sebagai bagian dari agenda nasional penataan organisasi sekaligus penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan ATR/BPN.
Pelantikan ini tidak hanya menjadi pergantian posisi dalam struktur organisasi, tetapi juga membawa konsekuensi terhadap peningkatan tanggung jawab dan kualitas kinerja. Para pejabat yang menerima amanah baru dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan organisasi serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pelayanan pertanahan.
Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, dalam arahannya menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan salah satu instrumen organisasi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan mengembangkan potensi pegawai.
“Selamat kepada pejabat yang dilantik atas amanah dan jabatan baru. Ini adalah kepercayaan besar yang membawa tanggung jawab untuk menjadi motor penggerak perubahan, melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif, dan tentu saja memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat,” ujar Dalu Agung Darmawan.
Pesan tersebut menjadi perhatian bagi jajaran Kanwil BPN Sulawesi Tengah agar setiap pejabat yang memperoleh mandat baru dapat segera beradaptasi dengan tugas dan lingkungan kerja masing-masing. Penguatan kompetensi, integritas, serta kemampuan membangun kerja sama menjadi modal penting dalam menjalankan amanah tersebut.
Menurut Dalu Agung, keberhasilan transformasi pelayanan pertanahan sangat ditentukan oleh kualitas aparatur yang berada di seluruh lini organisasi, baik di tingkat pusat maupun daerah. Karena itu, setiap pegawai diharapkan tidak sekadar menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi mampu menjadi bagian dari perubahan pelayanan publik.
“30.000 orang pegawai yang ada di ATR/BPN akan menjadi kunci penggerak transformasi kita. Saya menginginkan agar seluruh pegawai menjadi SDM yang kompeten, yang profesional, dan memiliki semangat pelayanan yang menempatkan masyarakat sebagai prioritas utama,” tuturnya.
Penguatan organisasi tersebut juga berjalan seiring dengan penerapan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 9 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan. Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam menyesuaikan struktur kelembagaan dengan kebutuhan pelaksanaan tugas dan transformasi pelayanan pertanahan.
Melalui kebijakan tersebut, sejumlah Kantor Pertanahan mulai menerapkan penataan jabatan yang menggunakan pendekatan kewilayahan. Penataan ini diharapkan dapat membuat pelaksanaan tugas lebih terarah, memperkuat pengawasan serta mendekatkan pelayanan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
“Kita berharap perubahan ini mampu mendukung layanan pertanahan dengan lebih cepat dan lebih prima, serta meningkatkan kualitas jalannya proses pelayanan publik kepada masyarakat,” kata Dalu Agung.
Bagi Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Tengah, bertambahnya pejabat dengan amanah baru menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal. Sebanyak 43 pegawai yang dilantik diharapkan mampu membawa semangat baru, meningkatkan koordinasi antarsatuan kerja, serta mendorong terciptanya inovasi dalam pelaksanaan tugas.
Kepala Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Tengah, Indera Imanuddin, menyampaikan bahwa amanah jabatan harus diikuti dengan komitmen untuk memberikan kinerja terbaik dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja dan pelayanan. Kami berharap seluruh pejabat yang menerima tugas baru dapat segera beradaptasi, memperkuat kolaborasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan pelayanan pertanahan di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Dengan penataan organisasi dan penguatan SDM yang terus dilakukan, Kanwil BPN Sulawesi Tengah diharapkan semakin siap menghadapi tuntutan transformasi pelayanan pertanahan. Profesionalisme, integritas, dan orientasi pada kepentingan masyarakat menjadi fondasi untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.














