Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi MoutongPotret

BMKG Minta Masyarakat Waspada Gempa Susulan dan Abaikan Hoaks Tsunami

×

BMKG Minta Masyarakat Waspada Gempa Susulan dan Abaikan Hoaks Tsunami

Sebarkan artikel ini
FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Kepastian mengenai kondisi pascagempa yang mengguncang Kabupaten Parigi Moutong akhirnya disampaikan secara resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) dipastikan tidak memiliki potensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

BMKG menjelaskan bahwa hasil analisis menunjukkan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu, yaitu struktur sesar aktif bertipe geser (strike-slip fault) yang berada di wilayah daratan Kabupaten Parigi Moutong. Karakteristik sesar jenis ini umumnya menghasilkan pergerakan horizontal sehingga tidak menyebabkan deformasi dasar laut yang menjadi pemicu terbentuknya gelombang tsunami.

Karena pusat gempa berada di area daratan, BMKG menegaskan bahwa secara ilmiah tidak terdapat mekanisme geologi yang dapat memicu terjadinya tsunami akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Jalan Santai Bersama Laskar Merah Putih, Bupati Ajak Perkuat Persatuan dan Sinergi Daerah

Seiring beredarnya berbagai informasi di media sosial mengenai kondisi air laut yang dilaporkan surut setelah gempa terjadi, BMKG memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak salah memahami fenomena alam tersebut.

Menurut BMKG, perubahan muka air laut yang terlihat di sejumlah wilayah pesisir merupakan bagian dari siklus pasang surut normal yang biasa terjadi dan tidak berkaitan dengan ancaman tsunami.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan setiap informasi kebencanaan diperoleh melalui kanal resmi pemerintah dan BMKG,” demikian imbauan BMKG.

Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG mengingatkan bahwa aktivitas gempa susulan atau aftershock masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Fenomena tersebut merupakan proses alamiah akibat pelepasan sisa energi setelah gempa utama terjadi.

Baca Juga:  Produk Minyak VCO Berkah Lana Lino Termurni di Kabupaten Parigi Moutong

Gempa susulan umumnya memiliki kekuatan yang lebih kecil dibandingkan gempa utama, namun masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan guncangan lanjutan.

Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, BMKG turut menyampaikan sejumlah imbauan keselamatan kepada masyarakat pascagempa.

Pertama, masyarakat diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa hingga dipastikan aman untuk ditempati.

Kedua, warga diimbau memeriksa kondisi struktur rumah dan memastikan tidak terdapat bagian bangunan yang berpotensi runtuh sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.

Ketiga, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi dengan menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” guna mencegah penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat memicu kepanikan.

Baca Juga:  Durian Parigi Moutong Resmi Meluncur ke Tiongkok, Nilai Ekspor Capai Rp2,1 Miliar

BMKG mengingatkan bahwa informasi resmi terkait gempa bumi dan potensi kebencanaan hanya dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG, baik melalui website, aplikasi mobile, maupun akun media sosial resmi lembaga tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui BPBD juga terus melakukan pemantauan situasi di lapangan serta memastikan kesiapsiagaan personel apabila terjadi perkembangan situasi pascagempa.

Masyarakat yang membutuhkan informasi kebencanaan dapat mengakses layanan resmi BMKG melalui website www.bmkg.go.id dan aplikasi infoBMKG. Sedangkan untuk layanan kebencanaan daerah, masyarakat dapat menghubungi BPBD Kabupaten Parigi Moutong melalui Call Center 117 atau WhatsApp 08114180117.

Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan resmi dari instansi berwenang demi menjaga keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *