KLIKPARIGI.ID – Menjelang pelaksanaan agenda refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mematangkan seluruh rangkaian persiapan melalui rapat koordinasi akhir (final check) yang digelar di Auditorium Kantor Bupati, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parigi Moutong, Adrudin Nur, sebagai langkah memastikan seluruh agenda pelayanan publik dan kegiatan masyarakat berjalan optimal.
Rapat final tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan refleksi pemerintahan yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 18 Juni 2026 di Halaman Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong.
Dalam arahannya, Adrudin Nur menyampaikan pesan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, agar seluruh perangkat daerah menunjukkan komitmen dan kerja sama yang kuat demi menyukseskan peringatan satu tahun pemerintahan Erwin Burase dan Abdul Sahid.
“Bapak Bupati berharap seluruh perangkat daerah dapat bekerja maksimal, saling bersinergi, dan memberikan kontribusi terbaik agar kegiatan refleksi satu tahun pemerintahan ini berjalan lancar dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Adrudin.
Menurutnya, kegiatan refleksi satu tahun pemerintahan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi sarana evaluasi sekaligus media untuk memperlihatkan capaian pembangunan serta mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Berbagai agenda telah disiapkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Selain menghadirkan layanan publik terpadu, masyarakat juga akan disuguhkan beragam kegiatan hiburan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam aerobik dan zumba yang melibatkan seluruh pegawai OPD. Selain itu, panggung hiburan akan diisi penampilan seni budaya dari sekolah-sekolah dan komunitas seni daerah sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
Pemerintah daerah juga akan menghadirkan pemutaran film pendek yang menampilkan perjalanan pembangunan daerah selama satu tahun terakhir di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong.
Di sektor ekonomi, masyarakat dapat mengunjungi pameran UMKM dan kuliner lokal, pasar rakyat, serta Gerakan Pangan Murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau guna membantu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Sementara itu, pelayanan publik terpadu akan menjadi salah satu daya tarik utama kegiatan tersebut. Berbagai instansi membuka layanan secara langsung di lokasi kegiatan sehingga masyarakat dapat mengakses pelayanan tanpa harus mendatangi kantor masing-masing.
Layanan yang tersedia meliputi administrasi kependudukan, penerbitan izin usaha, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis bagi pelaku UMKM, pembayaran pajak kendaraan bermotor, serta pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Bidang kesehatan juga menghadirkan berbagai layanan gratis bagi masyarakat, antara lain pemeriksaan kesehatan umum, donor darah, layanan kesehatan keliling, pemeriksaan kesehatan mata, pemberian tablet tambah darah (Fe), pelayanan keluarga berencana (KB), akupresur, hingga sunatan massal.
Selain itu, Polres Parigi Moutong turut menghadirkan layanan SIM Keliling guna mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi surat izin mengemudi.
Tidak hanya itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga membuka Job Fair atau bursa kerja yang menghadirkan sejumlah perusahaan dan lembaga pelatihan kerja. Kesempatan ini diharapkan dapat mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha serta memperluas akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi dalam bursa kerja tersebut di antaranya Alfamart, KarirHub, SIM Group, Indomaret, serta Lembaga Pelatihan Kerja PT Sukses Mandiri Utama.
Melalui momentum refleksi satu tahun pemerintahan ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari berbagai program dan pelayanan yang telah dijalankan selama satu tahun terakhir, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang partisipasi publik untuk melihat secara langsung capaian pembangunan, menikmati pelayanan pemerintah, serta memperoleh manfaat ekonomi melalui keterlibatan UMKM dan pelaku usaha lokal.















