Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKlikSultengParigi MoutongPotret

Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di Desa Avolua, 20 Hektare Lahan Terbakar

×

Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di Desa Avolua, 20 Hektare Lahan Terbakar

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Lahan di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. FOTO: Istimewa.

KLIKPARIGI.ID Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam, 1 Februari 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 20 hektare hutan dan lahan, dan hingga Senin api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong melaporkan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WITA. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Example 300x600

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, mengatakan upaya pemadaman dilakukan oleh personel Pemadam Kebakaran, TNI-Polri, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, serta dibantu masyarakat setempat dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.

Baca Juga:  Satgas KLB Malaria Ingatkan Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

“Untuk bagian bawah yang dekat dengan jalan sudah berhasil dikendalikan apinya, namun di bagian atas dan dekat gunung masih terlihat sekitar empat titik api,” ujar Rivai, Senin (2/2/2026).

Menurut Rivai, proses pemadaman di area pegunungan mengalami sejumlah kendala, terutama karena medan yang sulit dijangkau serta keterbatasan peralatan pemadaman. Kondisi tersebut membuat petugas hanya dapat melakukan pemadaman secara manual.

“Pemadaman di bagian atas gunung hanya bisa dilakukan secara manual, dan saat ini kami masih bersiaga di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pulihkan Ekosistem Sungai, Pemkab Parigi Moutong Lakukan Normalisasi di Tiga Desa

Selain melakukan pemadaman, BPBD Parigi Moutong bersama tim gabungan juga melakukan evakuasi terhadap kelompok rentan yang berada di sekitar lokasi kebakaran untuk dipindahkan ke titik aman.

“Kami sudah mendatangi rumah-rumah warga yang berada dekat dengan gunung untuk diamankan,” imbuh Rivai.

Berdasarkan data sementara, sebanyak tiga kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka berada dekat dengan titik api. Pengungsian dilakukan secara mandiri ke rumah keluarga terdekat.

“Kesepakatannya, laki-laki tetap berada di rumah, sementara lansia, anak-anak, dan ibu-ibu mengungsi ke rumah keluarganya,” jelasnya.

Baca Juga:  Parigi Moutong Rawan Bencana, BPBD Laporkan Delapan Karhutla Selama Januari

BPBD bersama tim gabungan juga menetapkan status siaga di sejumlah rumah warga yang berada dekat sumber api. Langkah tersebut diambil karena di sekitar permukiman terdapat banyak pohon dan ranting kering yang berpotensi mempercepat perambatan api.

“Kami berjaga di lokasi karena ada kekhawatiran api akan menjalar ke permukiman warga,” tandas Rivai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *