Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaEkonomiKlikSultengKomunitasParigi Moutong

Kekeringan Ancam Musim Tanam, Dinas TPHP Parigi Moutong Siapkan Langkah Strategis

×

Kekeringan Ancam Musim Tanam, Dinas TPHP Parigi Moutong Siapkan Langkah Strategis

Sebarkan artikel ini
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase bersama (Plt) Kadis TPHP Parigi Moutong. FOTO: Aldryanto.

KLIKPARIGI.ID – Kekeringan mulai mengancam musim tanam di Kabupaten Parigi Moutong. Ribuan hektare sawah tadah hujan dilaporkan gagal tanam akibat curah hujan yang menurun drastis beberapa waktu terakhir. Menyikapi kondisi ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan lahan pertanian terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sekitar 3.000 hektare sawah di dua kecamatan terdampak kekeringan. Untuk itu, Plt Kepala Dinas TPHP, Dadan Priatna Jaya, menginstruksikan jajaran di tingkat bawah untuk segera melakukan identifikasi lokasi terdampak secara menyeluruh.

Example 300x600

“Sudah kami sampaikan ke tingkat bawah untuk diidentifikasi secara detail, termasuk titik-titik yang memungkinkan mendapatkan bantuan air tanah,” ujar Dadan, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga:  Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2024, KPU Parigi Moutong Gelar Media Gathering

Hasil kunjungan staf khusus Menteri Pertanian dan Direktur Jenderal Irigasi Lahan Irigasi Pertanian membuka peluang alokasi bantuan air tanah dangkal maupun air tanah dalam bagi daerah terdampak.

“Air tanah dengan kedalaman di atas 30 meter dikategorikan sebagai air tanah dalam,” terangnya.

Dadan menegaskan, penggunaan pompa alkon tidak efektif dalam kondisi kekeringan ekstrem karena debit air sungai menurun signifikan.

“Kalau pakai alkon, tidak efektif. Sungai juga kering, airnya tidak bisa disedot, sehingga sumur akan jadi solusi saat ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Partai Politik dan Pemerhati Pembangunan Mendorong KPU Parigi Moutong Tetap Konsisten pada Putusan Tanpa Mediasi

Selain solusi jangka pendek berupa sumur bor, Dadan juga menyiapkan rencana pembangunan embung atau tampungan air apabila ditemukan mata air di sekitar lahan terdampak. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas musim tanam dan mencegah kerugian petani akibat gagal panen.

Wilayah terdampak di Kecamatan Mepanga mencakup Desa Ogotion, Kota Raya Timur, Kota Raya Tenggara, dan Kota Raya Selatan. Di Kecamatan Ongka Malino, kekeringan terjadi di Desa Lambanau.

Melalui pemetaan sumber air, pembangunan sumur bor, dan embung, TPHP berharap para petani bisa segera menanam kembali dan musim tanam berikutnya tetap berjalan lancar.

Baca Juga:  Parigi Moutong Jadi Pelopor Digitalisasi Pangan Daerah, Bapanas Beri Dukungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *