Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKomunitasParigi Moutong

FPRB Parigi Moutong Ingatkan Potensi Karhutla, Banjir, dan Longsor

×

FPRB Parigi Moutong Ingatkan Potensi Karhutla, Banjir, dan Longsor

Sebarkan artikel ini
Rakor Penanggulangan bencana Parigi Moutong, Selasa (27/1/2026). FOTO: MR.

KLIKPARIGI.ID Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Parigi Moutong menekankan pentingnya antisipasi dini terhadap berbagai bencana yang berpotensi terjadi di wilayah setempat. Ancaman karhutla, banjir bandang, hingga tanah longsor dinilai memerlukan kesiapsiagaan terpadu lintas sektor.

Pernyataan itu disampaikan Arifin Lamalindu mewakili FPRB Parigi Moutong dalam rapat koordinasi yang digelar Selasa (27/1/2026). Ia menegaskan bahwa langkah mitigasi sejak dini menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana, khususnya di wilayah rawan.

Example 300x600

“Langkah antisipatif harus diperkuat sejak dini, karena dampak karhutla bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan dan aktivitas sosial masyarakat,” ujar Arifin.

Baca Juga:  Taekwondo Parigi Moutong Bidik Empat Medali Emas pada Porprov X 2026

Selain karhutla, FPRB juga menyoroti potensi bencana hidrometeorologi lainnya. Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang berisiko memicu banjir bandang, terutama di daerah aliran sungai dan kawasan dengan sistem drainase yang terbatas.

Arifin juga mengingatkan bahaya tanah longsor, yang dapat menimbulkan kerusakan hunian warga dan fasilitas umum. “Ancaman longsor bisa berdampak pada rumah ibadah, gedung sekolah, hingga infrastruktur vital yang menopang aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Di kawasan perkotaan, FPRB menekankan pentingnya koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan instansi terkait dalam menghadapi kondisi darurat. Salah satu fokus utama adalah perbaikan dan optimalisasi fasilitas hidran sebagai bagian dari sistem penanggulangan kebakaran.

Baca Juga:  Anggota DPRD Parigi Moutong Masa Jabatan 2024-2029 Resmi Dilantik

Selain sarana fisik, FPRB juga mengusulkan penguatan sistem komunikasi darurat. Arifin menegaskan pentingnya radio komunikasi sebagai alternatif jika jaringan seluler terganggu atau tidak dapat diakses saat bencana.

“Radio komunikasi perlu disiapkan sebagai alternatif, agar koordinasi tetap berjalan meski jaringan seluler terganggu atau terjadi blank spot,” tegasnya.

FPRB Parigi Moutong menyatakan kesiapan mendukung penanganan karhutla, banjir, dan longsor melalui penyediaan emergency setup di kawasan Alun-alun Kantor Bupati Parigi Moutong. Dukungan tersebut mencakup pelatihan dan simulasi pengoperasian radio komunikasi sebagai bagian dari sistem tanggap darurat terpadu.

Baca Juga:  Kolaborasi Pemerintah, Adat, dan Agama Wujudkan Parigi Moutong Kondusif

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarinstansi dan meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi berbagai potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *