Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
KlikSultengParigi Moutong

Rakor Asta Cita Jadi Forum Evaluasi Pembangunan Daerah di Sulteng

×

Rakor Asta Cita Jadi Forum Evaluasi Pembangunan Daerah di Sulteng

Sebarkan artikel ini
Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2026. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Pelaksanaan Rapat Koordinasi Evaluasi Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2026 resmi dimulai di Gedung Serbaguna Matano, Kabupaten Morowali, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah untuk mengevaluasi pelaksanaan program prioritas nasional sekaligus memperkuat sinergi pembangunan daerah.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, membuka langsung kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya koordinasi lintas pemerintahan dalam memastikan seluruh program prioritas nasional berjalan efektif hingga ke daerah.

“Saya hadir bukan hanya sebagai gubernur, tetapi juga sebagai representasi pemerintah pusat di daerah untuk memastikan seluruh program Asta Cita dapat terlaksana dengan baik dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Anwar Hafid.

Menurutnya, rapat koordinasi tersebut memiliki nilai strategis di tengah tantangan efisiensi anggaran dan dinamika pembangunan daerah yang terus berkembang.

Ia menjelaskan, meskipun kebijakan efisiensi berdampak terhadap ruang fiskal daerah, program-program dalam kerangka Asta Cita justru menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Jelang PSU di Parigi Moutong, Sekda Ingatkan ASN Tetap Netral dan Profesional

“Program nasional saat ini menjadi penopang penting bagi pergerakan ekonomi daerah. Karena itu sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus terus diperkuat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, turut memaparkan berbagai capaian dan tantangan pelaksanaan program prioritas nasional di wilayahnya.

Salah satu fokus utama yang disampaikan yakni pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, Kabupaten Parigi Moutong telah memiliki 21 unit dapur Sentra Penyediaan Pangan Bergizi (SPPG), dengan 354 sekolah atau sekitar 42 persen dari total sekolah telah menerima layanan program tersebut.

Jumlah siswa penerima manfaat tercatat sekitar 28 ribu anak, namun masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaannya, terutama di wilayah terpencil.

Erwin Burase mengungkapkan bahwa distribusi dapur MBG masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan sehingga masyarakat di daerah terpencil belum sepenuhnya merasakan manfaat program tersebut.

“Wilayah Parigi Moutong sangat luas dengan bentang wilayah mencapai lebih dari 500 kilometer. Karena itu pemerataan layanan menjadi tantangan utama yang perlu mendapat perhatian bersama,” katanya.

Baca Juga:  Supardi Tekankan Pembinaan Atlet Usia Dini pada Porkab VI Parigi Moutong

Selain persoalan distribusi, pemerintah daerah juga menyoroti keterlambatan pendataan sekolah penerima manfaat, mekanisme pembagian makanan yang mengganggu jam belajar, serta keterbatasan layanan di daerah terpencil.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong sendiri telah mengusulkan pembangunan 61 titik dapur tambahan guna menjangkau wilayah-wilayah yang belum terlayani.

Dalam bidang pendidikan, Erwin Burase menyampaikan bahwa Parigi Moutong masih menghadapi persoalan tingginya angka anak tidak sekolah yang mencapai sekitar 13.500 anak, terutama di wilayah terpencil seperti Kecamatan Tinombo, Palasa, dan Tomini.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah terus mendorong percepatan Program Sekolah Rakyat yang saat ini telah dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan siap memasuki tahapan berikutnya.

Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mencatat peningkatan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional hingga mencapai 89,89 persen melalui kolaborasi program Berani Sehat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan BPJS Kesehatan.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan layanan ambulans gratis bagi masyarakat serta mengalokasikan anggaran khusus untuk membantu biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS.

Baca Juga:  HKN ke-61, Pemerintah Ajak Warga Parigi Moutong Budayakan Gaya Hidup Sehat

Dalam paparannya, Erwin Burase turut menyampaikan capaian penurunan angka stunting yang dinilai cukup signifikan.

“Penurunan stunting di Parigi Moutong menjadi salah satu yang tertinggi di Sulawesi Tengah. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara di sektor ekonomi dan ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melaporkan pembangunan puluhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sebagian telah mulai beroperasi.

Kabupaten Parigi Moutong juga masih mencatat surplus produksi beras, meskipun tahun ini terjadi penurunan hasil panen akibat banjir yang merendam sejumlah lahan pertanian karena belum optimalnya normalisasi sungai.

Menutup paparannya, Erwin Burase berharap seluruh masukan dan kendala yang disampaikan dapat menjadi perhatian bersama demi memastikan program Asta Cita berjalan merata hingga ke pelosok daerah.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten semakin kuat agar seluruh program prioritas benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *