Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
KesehatanParigi Moutong

Darlin Turun Langsung ke Kayuboko, Perkuat Upaya Eliminasi TBC di Parigi Moutong

×

Darlin Turun Langsung ke Kayuboko, Perkuat Upaya Eliminasi TBC di Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan, Darlin, S.KM., M.Kes. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Perluasan akses pemeriksaan, penghapusan stigma terhadap pasien, dan keterlibatan masyarakat menjadi perhatian dalam upaya mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Darlin, S.KM., M.Kes., langsung meninjau upaya penanganan penyakit tersebut sekaligus memperkuat pembentukan Desa Siaga TBC di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Jumat (16/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Puskesmas Pembantu Desa Kayuboko itu dilakukan untuk melihat langsung dukungan pemerintah desa dan masyarakat terhadap program penanggulangan TBC. Darlin menegaskan bahwa penanganan penyakit tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menjadi salah satu prioritas nasional dengan sasaran eliminasi pada 2030.

Menurut Darlin, upaya pengendalian TBC tidak cukup hanya dilaksanakan melalui pelayanan di puskesmas atau rumah sakit. Diperlukan keterlibatan pemerintah kecamatan, aparat desa, dan masyarakat agar upaya pencegahan, penemuan kasus, serta pendampingan pengobatan dapat menjangkau warga hingga ke lingkungan tempat tinggal.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah Desa Kayuboko bersama masyarakat yang mulai membangun gerakan bersama melalui pembentukan Desa Siaga TBC. Inisiatif tersebut dinilai dapat memperkuat kepedulian warga sekaligus membantu tenaga kesehatan dalam mendorong masyarakat untuk menjalani pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Baca Juga:  Pansus DPRD Parimo Bahas Mekanisme Penanganan Wabah dalam Ranperda Kesehatan

“Saya mendapat informasi kemarin sore, kebetulan bertepatan dengan pelantikan. Kenapa saya hadir? Ini bukan melihat skopnya jalan desa, tetapi ini program prioritas nasional,” ujar Darlin usai kegiatan di Puskesmas Pembantu Desa Kayuboko.

Ia berharap komitmen yang telah tumbuh di Kayuboko dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Parigi Moutong. Dukungan pemerintah desa dan kecamatan diperlukan agar program serupa dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.

Darlin menjelaskan bahwa keberhasilan penanggulangan TBC berkaitan erat dengan kemampuan menemukan kasus sedini mungkin. Selain meningkatkan kesadaran warga untuk memeriksakan diri, tenaga kesehatan juga perlu didukung dalam menelusuri kontak erat pasien dan memastikan orang yang membutuhkan penanganan memperoleh layanan yang sesuai.

Dalam pelaksanaannya, penanggulangan TBC di Parigi Moutong masih menghadapi kendala dari sisi fasilitas maupun kondisi sosial masyarakat. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah perluasan akses pemeriksaan, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan atau mengalami kesulitan transportasi.

Saat ini, pemeriksaan menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) telah tersedia di rumah sakit. Namun, Dinas Kesehatan masih membutuhkan dukungan perangkat rontgen bergerak atau mobile X-ray untuk memperluas jangkauan skrining, khususnya di daerah yang aksesnya terbatas.

Baca Juga:  Ekspor Perdana ke Tiongkok Sukses, Parigi Moutong Perkuat Standar Mutu Durian untuk Pasar Global

Ketersediaan peralatan bergerak diharapkan dapat membantu mendekatkan layanan pemeriksaan kepada masyarakat. Dengan jangkauan pelayanan yang lebih luas, warga di wilayah yang jauh dari pusat kesehatan diharapkan memiliki kesempatan lebih baik untuk menjalani pemeriksaan awal dan memperoleh tindak lanjut medis jika diperlukan.

Selain persoalan akses geografis, stigma terhadap penderita TBC juga menjadi hambatan yang perlu ditangani. Kekhawatiran akan penilaian negatif dari lingkungan sekitar dapat membuat sebagian warga enggan memeriksakan diri atau terbuka mengenai kondisi kesehatannya.

Darlin mengingatkan bahwa masyarakat tidak seharusnya merasa malu atau mengucilkan orang yang mengalami TBC. Penyakit ini perlu ditangani melalui pemeriksaan dan pengobatan yang tepat, disertai dukungan keluarga serta lingkungan sekitar.

“Ini penyakit tidak perlu seperti stigma dulu, malu. Tidak perlu lagi. Sekarang ini sudah menjadi biasa, selama berobat bisa sembuh,” tegasnya.

Pesan tersebut menekankan pentingnya membangun lingkungan yang mendukung pasien untuk menjalani pengobatan. Edukasi yang benar mengenai TBC juga diperlukan agar masyarakat memahami bahwa penanganan medis, kepatuhan terhadap terapi, dan pengawasan tenaga kesehatan merupakan bagian penting dalam proses pemulihan.

Untuk membantu mengatasi kendala jarak dan transportasi, Dinas Kesehatan Parigi Moutong menyiapkan pendekatan pengumpulan sampel dahak melalui titik-titik pelayanan di tingkat dusun. Strategi ini diarahkan agar warga yang kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan tetap memiliki akses untuk mengikuti pemeriksaan.

Baca Juga:  Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2024, KPU Parigi Moutong Gelar Media Gathering

Melalui pola tersebut, petugas kesehatan diharapkan dapat lebih aktif menjangkau masyarakat, termasuk membantu pengambilan sampel dari warga yang memenuhi kriteria pemeriksaan. Pelaksanaan teknisnya tetap perlu mengikuti prosedur kesehatan agar sampel dapat diperiksa dengan baik dan hasilnya ditindaklanjuti secara tepat.

Darlin juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala yang mengarah pada TBC agar tidak menunda pemeriksaan. Warga dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh penilaian dari tenaga medis dan mengetahui langkah penanganan yang diperlukan.

Ia menekankan bahwa pemeriksaan lebih awal dan kepatuhan menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan serta mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Penguatan Desa Siaga TBC di Kayuboko diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Melalui kerja sama pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat, Kabupaten Parigi Moutong berupaya mendukung percepatan penanggulangan TBC menuju target eliminasi nasional pada 2030.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *