Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Uncategorized

Bupati Erwin Burase Tutup MTQ Parigi Barat 2026, Tekankan Pembentukan Generasi Qur’ani

×

Bupati Erwin Burase Tutup MTQ Parigi Barat 2026, Tekankan Pembentukan Generasi Qur’ani

Sebarkan artikel ini

KLIKPARIGI.ID – Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai malam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-X Tingkat Kecamatan Parigi Barat Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Kaili Putra, Desa Kayuboko, Minggu malam 24 Mei 2026. Meski hujan sempat mengguyur lokasi kegiatan, antusiasme masyarakat dan para kafilah tetap tinggi hingga seluruh rangkaian acara berlangsung aman, lancar, dan khidmat.

Penutupan MTQ secara resmi dilakukan oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, yang hadir bersama unsur DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong, jajaran pejabat Pemerintah Daerah, Forkopimcam Parigi Barat, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan hakim, serta para peserta dan official dari seluruh desa di Kecamatan Parigi Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Erwin Burase menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh panitia, pemerintah kecamatan, Pemerintah Desa Kayuboko, dewan hakim, serta masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan tersebut.

Baca Juga:  Kadis Kominfo Santik Sulteng Dorong Literasi Teknologi Digital

Menurutnya, pelaksanaan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam sekaligus membangun karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.

“MTQ ini memiliki makna yang sangat penting dalam membentuk generasi Qur’ani. Nilai-nilai Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca dan dilantunkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaik selama perlombaan berlangsung. Menurutnya, semangat belajar, disiplin, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar kemenangan.

“Kepada peserta yang berhasil menjadi juara saya ucapkan selamat dan teruslah berlatih untuk menghadapi ajang yang lebih tinggi. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena kesempatan untuk terus belajar dan berkembang masih terbuka luas,” katanya.

Baca Juga:  SKB Wawancara dan Ketarampilan Seleksi CPNS 2024 di Kemenkumham Sulteng Resmi Dimulai

Bupati berharap pelaksanaan MTQ dapat menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan semangat masyarakat dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an sejak usia dini.

Pada kesempatan itu, Erwin Burase juga menyatakan dukungan penuh terhadap kesiapan Desa Kayuboko sebagai tuan rumah MTQ Tingkat Kabupaten Parigi Moutong ke-XX Tahun 2026 yang direncanakan digelar pada November mendatang.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan memberikan perhatian terhadap sejumlah kebutuhan infrastruktur pendukung, termasuk perbaikan ruas jalan menuju lokasi kegiatan.

“Terkait aspirasi masyarakat mengenai kondisi jalan, pemerintah daerah akan berupaya melakukan perbaikan sebelum pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten nanti,” tegasnya.

Baca Juga:  20 Personel Polres Parigi Moutong Terima Tanda Kehormatan Satya Lencana

Sementara itu, berdasarkan hasil keputusan dewan hakim, Desa Kayuboko berhasil meraih predikat Juara Umum MTQ Ke-X Tingkat Kecamatan Parigi Barat Tahun 2026 dengan total nilai 276 poin.

Posisi kedua diraih Desa Lobu Mandiri dengan 139 poin, disusul Desa Parigi Mpu’u di peringkat ketiga dengan 115 poin. Selanjutnya Desa Baliara memperoleh 107 poin, Desa Jonokalora 69 poin, dan Desa Air Panas 44 poin.

Pelaksanaan MTQ yang berlangsung selama lima hari tersebut dinilai sukses menjadi ajang pembinaan mental spiritual masyarakat sekaligus mempererat hubungan antardesa di Kecamatan Parigi Barat.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap kegiatan keagamaan seperti MTQ dapat terus menjadi sarana memperkuat persatuan, menanamkan nilai-nilai religius, dan mendorong lahirnya generasi muda yang cinta Al-Qur’an serta mampu membawa nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *