KLIKPARIGI.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mendorong peningkatan produksi pertanian melalui penyaluran bantuan benih padi varietas M70D kepada ribuan petani. Sebanyak 7.553 petani menjadi sasaran penerima bantuan untuk areal persawahan seluas 13.065 hektare dengan total benih mencapai 326.625 kilogram.
Bantuan tersebut diarahkan untuk mempercepat siklus produksi padi sekaligus memperkuat ketersediaan pangan secara berkelanjutan di Kabupaten Parigi Moutong.
“Sebagai laporan kami Pak Bupati, Kabupaten Parimo mendapatkan benih untuk 13.065 hektare atau 326.625 kilogram,” ujar Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, saat memberikan sambutan pada Panen Raya Padi sekaligus penyerahan simbolis bantuan benih M70D di Desa Suli, Kecamatan Balinggi, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dadan mengatakan, bantuan tersebut akan diterima oleh 597 kelompok tani yang tersebar di empat kecamatan, meliputi Balinggi, Torue, Parigi Selatan dan Toribulu.
Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan jadwal tanam di masing-masing wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan benih dapat segera ditanam setelah diterima petani sehingga kualitas benih tetap terjaga dan tidak terlalu lama berada dalam penyimpanan.
Hingga saat ini, sebanyak 113 ton benih M70D telah didistribusikan ke dua kecamatan. Benih yang telah disalurkan tersebut juga telah melalui proses pengujian dan dinyatakan memenuhi persyaratan.
“Sudah disalurkan di dua kecamatan sebanyak 113 ton yang telah lolos uji. Akan masuk lagi dari Surabaya dan dari Karawang sebanyak 105 ton,” ucapnya.
Menurut Dadan, tambahan pasokan sebanyak 105 ton akan didatangkan dari Surabaya dan Karawang untuk melanjutkan proses distribusi kepada petani sesuai dengan kebutuhan dan jadwal tanam.
Ia menjelaskan, varietas M70D memiliki karakteristik super genjah dengan umur panen sekitar 80 hari. Masa tanam hingga panen yang relatif singkat dinilai dapat membuka peluang bagi petani untuk mempercepat perputaran produksi.
“Varietas ini bisa menekan pertumbuhan padi liar, karena padi liar belum sempat tumbuh, padi ini sudah panen,” ungkapnya.
Dari empat kecamatan penerima bantuan, Balinggi menjadi salah satu wilayah dengan alokasi terbesar. Luasnya areal persawahan di wilayah tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan jumlah bantuan.
Dinas TPHP Parigi Moutong menyiapkan sebanyak 137,5 ton benih M70D untuk petani di Kecamatan Balinggi. Distribusinya direncanakan berlangsung pada awal September 2026 dan tetap disesuaikan dengan jadwal tanam petani.
“Penyaluran benih mengikuti jadwal tanam, agar benih masih bisa digunakan atau tidak terlalu lama disimpan. Untuk Kecamatan Balinggi disalurkan awal September,” jelasnya.
Dadan berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh kelompok tani penerima. Menurutnya, penggunaan benih unggul perlu disertai pengelolaan budidaya yang baik agar peningkatan produksi juga berdampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.
Program bantuan benih M70D juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian Parigi Moutong sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Sulawesi Tengah. Dukungan terhadap petani diharapkan mampu menjaga produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang.
Panen Raya Padi dan penyerahan simbolis bantuan benih M70D di Desa Suli turut dihadiri Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah Ruslan Boy, camat, kepala desa, penyuluh pertanian serta para petani.
Dengan cakupan bantuan mencapai 13.065 hektare dan menyasar 7.553 petani, penyaluran benih M70D diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi padi sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Parigi Moutong.














