Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Nasional

Generasi Muda Papua Pilih Politeknik Agraria STPN untuk Bekal Membangun Daerah Asal

×

Generasi Muda Papua Pilih Politeknik Agraria STPN untuk Bekal Membangun Daerah Asal

Sebarkan artikel ini
FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Keinginan untuk kembali ke tanah kelahiran dan berkontribusi dalam pembangunan daerah menjadi motivasi besar bagi sejumlah generasi muda Papua dalam menentukan jenjang pendidikan tinggi. Berbekal semangat tersebut, mereka memilih melanjutkan studi di Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), guna memperdalam ilmu di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Salah satunya adalah Alfando Almendo, Taruna Tingkat II asal Manokwari, Papua Barat. Menurutnya, Papua masih membutuhkan banyak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pertanahan untuk mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor.

“Ketika memutuskan kuliah di Politeknik Agraria STPN, saya memiliki satu tujuan, yakni ingin kembali dan ikut membangun daerah saya. Papua masih membutuhkan banyak tenaga yang memahami persoalan pertanahan dan tata ruang,” ujar Alfando.

Ia menilai berbagai persoalan pertanahan yang masih terjadi di Papua menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam memberikan solusi. Karena itu, ia berharap ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan agraria di daerah asalnya.

Baca Juga:  ATR/BPN Dorong Pengelolaan Pertanahan yang Modern dan Berkelanjutan

Selain mendapatkan pengetahuan akademik, Alfando juga merasakan manfaat dari sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Politeknik Agraria STPN. Menurutnya, lingkungan tersebut turut membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemampuan kepemimpinan para taruna.

“Kami tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar hidup bersama, membangun kedisiplinan, dan memperkuat jiwa kepemimpinan dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman ini menjadi modal penting untuk membangun Papua di masa depan,” katanya.

Semangat serupa juga ditunjukkan oleh Rafael Korwa, Taruna Tingkat II asal Merauke, Papua Selatan. Ketertarikannya pada peta sejak kecil membawanya mengenal dunia survei dan pertanahan. Seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa bidang agraria memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  KPR Lunas, ATR/BPN Ingatkan Masyarakat Segera Urus Roya Sertipikat Tanah

“Sejak kecil saya senang melihat peta. Setelah mempelajari bidang pertanahan, saya memahami bahwa ilmu ini memiliki peran besar dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, termasuk sengketa tanah yang masih sering terjadi di lingkungan sekitar saya,” ungkap Rafael.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami hak-hak atas tanah dan aspek hukum pertanahan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kehadiran generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang agraria, terutama di daerah yang memiliki karakteristik pertanahan yang kompleks seperti Papua.

“Saya berharap setelah lulus nanti dapat kembali ke daerah dan membagikan ilmu yang saya peroleh kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan lebih memahami hak-haknya dan terhindar dari berbagai persoalan pertanahan,” tuturnya.

Bagi Alfando dan Rafael, pendidikan di Politeknik Agraria STPN bukan sekadar jalan untuk meraih gelar akademik, melainkan sarana untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan pembangunan di daerah asal mereka. Keduanya percaya bahwa pengetahuan dan keterampilan di bidang agraria dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih baik, tertib, dan berkeadilan.

Baca Juga:  Semangat Ramadan, ATR/BPN Perkuat Kepedulian dan Sinergi Nasional

Kisah kedua taruna tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami bidang agraria dan tata ruang tidak hanya dibutuhkan di pusat-pusat pembangunan, tetapi juga di daerah-daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan pertanahan. Karena itu, kesempatan untuk menekuni bidang ini terbuka lebar bagi generasi muda yang ingin berkontribusi membangun daerah melalui jalur pendidikan.

Bagi lulusan SMA/sederajat yang memiliki minat di bidang pertanahan dan tata ruang, pendaftaran Taruna/Taruni Politeknik Agraria STPN masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Politeknik Agraria STPN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *