Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KesehatanParigi Moutong

Program Layanan Simpatik, Puskesmas di Parimo Siapkan Welcome Drink

×

Program Layanan Simpatik, Puskesmas di Parimo Siapkan Welcome Drink

Sebarkan artikel ini
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Darlin. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong mulai menyiapkan konsep pelayanan yang lebih ramah dan nyaman di seluruh Puskesmas dengan menghadirkan sejumlah inovasi bagi pasien. Salah satu yang tengah dirancang adalah penyediaan minuman sambutan bagi warga yang datang berobat.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Darlin, mengatakan pembenahan tersebut merupakan bagian dari program pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kenyamanan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat merasa lebih nyaman saat datang ke Puskesmas. Pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga bagaimana pasien merasa dihargai dan diperhatikan,” ujarnya di Parigi, Rabu (1/04/2026).

Baca Juga:  Pemprov Sulteng Gelar Mitigasi Bencana di Parigi Moutong

Ia menjelaskan, selain menyediakan minuman bagi pasien, pemerintah daerah juga berencana menciptakan suasana ruang tunggu yang lebih tenang dan tidak membosankan. Salah satunya melalui pemutaran musik yang menenangkan untuk membantu mengurangi rasa cemas warga saat menunggu pelayanan.

Menurut Darlin, perubahan suasana pelayanan menjadi penting agar masyarakat memiliki pengalaman yang lebih baik ketika berkunjung ke fasilitas kesehatan.

“Kalau suasananya nyaman, pasien juga akan lebih tenang. Ini bagian dari upaya kami membangun pelayanan yang lebih humanis,” katanya.

Baca Juga:  Muskab APSI Parigi Moutong: Meningkatkan Peran Pengawas

Pada tahap awal, seluruh tenaga kesehatan diinstruksikan untuk membiasakan pelayanan dengan pendekatan 3S, yakni senyum, sapa, dan salam kepada setiap warga yang datang.

“Petugas harus menyambut masyarakat dengan ramah. Hal sederhana seperti senyum dan sapaan bisa membuat pasien merasa lebih dihargai,” jelasnya.

Selain itu, petugas juga diminta aktif memberikan petunjuk terkait alur pelayanan agar pasien tidak kebingungan saat berada di Puskesmas.

Darlin menambahkan, penggunaan bahasa daerah saat berinteraksi dengan masyarakat juga akan didorong, terutama di wilayah yang masih kental dengan budaya lokal.

Baca Juga:  Perkuat Ketahanan Pesisir, BPBD Parigi Moutong Gencarkan Penanaman Mangrove

“Kalau menggunakan bahasa daerah, biasanya komunikasi terasa lebih dekat dan hangat. Kami ingin masyarakat merasa seperti dilayani oleh keluarga sendiri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *