Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Parigi MoutongPotret

Perkuat Moderasi Beragama dan Desa Cerdas, Mahasiswa UIN Datokarama Mengabdi di Parimo

×

Perkuat Moderasi Beragama dan Desa Cerdas, Mahasiswa UIN Datokarama Mengabdi di Parimo

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menerima dan melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Klaster Moderasi Beragama dan Desa Cerdas Tahun 2026. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Sebanyak 353 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu akan menjalankan pengabdian masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Klaster Moderasi Beragama dan Desa Cerdas Tahun 2026. Penempatan tersebut mencakup tujuh kecamatan dan 44 desa, dengan masa pelaksanaan selama dua bulan, mulai 15 Oktober hingga 15 Desember 2026.

Pelepasan mahasiswa berlangsung di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Senin (19/10/2026), dan dihadiri Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase. Dalam program KKN tahun ini, UIN Datokarama Palu menerjunkan total 1.125 mahasiswa ke empat kabupaten di Sulawesi Tengah. Parigi Moutong memperoleh jumlah peserta terbanyak dibandingkan wilayah penempatan lainnya.

Mahasiswa yang bertugas di Parigi Moutong akan menjangkau sejumlah desa dari Kecamatan Sausu hingga Kasimbar. Kehadiran mereka diharapkan menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan akademik secara langsung, sekaligus membangun hubungan kerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Baca Juga:  Muskab V Kadin Parimo: Pemerintah Dorong Ekonomi Lokal Naik Kelas

Bupati Erwin Burase menyampaikan apresiasi atas kepercayaan perguruan tinggi dalam menjadikan Parigi Moutong sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan kalangan akademisi dapat memperluas dukungan terhadap pembangunan daerah, terutama melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang bermanfaat, baik bagi peserta KKN maupun bagi desa-desa yang menjadi lokasi pengabdian,” ujar Erwin dalam sambutannya.

Ia menilai tema moderasi beragama dan desa cerdas memiliki keterkaitan dengan upaya membangun masyarakat yang harmonis serta mendorong kemajuan desa. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membantu mengembangkan semangat toleransi, memperkuat interaksi sosial, dan mendukung pemanfaatan pengetahuan dalam kehidupan masyarakat.

Bupati juga meminta para peserta KKN agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat mereka bertugas. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh rencana kegiatan, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan masyarakat setempat.

Baca Juga:  Rapat Paripurna DPRD Parimo, Perubahan APBD 2026 Resmi Masuk Tahap Evaluasi

“Selama berada di desa, jagalah sikap, hormati adat istiadat, dan bangun hubungan yang baik dengan seluruh unsur masyarakat. Libatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta kaum perempuan agar kegiatan yang dilaksanakan dapat diterima dan memberikan manfaat,” pesannya.

Untuk mendukung kelancaran program, Erwin turut mengingatkan para camat dan kepala desa agar berperan aktif dalam mendampingi mahasiswa selama menjalankan kegiatan. Pemerintah setempat diharapkan memantau pelaksanaan program sekaligus membantu menyelesaikan persoalan yang mungkin muncul di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pihak kecamatan. Apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan, peserta KKN diminta segera menyampaikan persoalan tersebut kepada aparat setempat agar dapat dicarikan penyelesaian bersama.

Baca Juga:  Gerakan Pangan Murah, Pemda Parimo Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

“Jangan menunggu sampai persoalan menjadi besar. Jika ada kesulitan selama menjalankan program, segera komunikasikan dengan pemerintah desa atau camat. Dengan koordinasi yang baik, kegiatan KKN diharapkan berlangsung tertib dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap kehadiran mahasiswa dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan untuk mendukung kemajuan desa. Program KKN juga diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan selama masa penempatan, tetapi mampu meninggalkan manfaat yang dapat diteruskan oleh masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Parigi Moutong mendorong agar semangat moderasi beragama dan pengembangan desa cerdas dapat diterapkan sesuai karakteristik serta kebutuhan masing-masing wilayah. Upaya ini sejalan dengan arah pembangunan daerah untuk mewujudkan Parigi Moutong yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *