KLIKPARIGI.ID – Penguatan kehidupan beragama dinilai memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, mempererat persaudaraan, dan mendukung pembangunan daerah. Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Zikir Akbar di Sekretariat Majelis Zikir Ittihadul Ummat Muhammad SAW, Desa Donggulu, Kecamatan Kasimbar, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan keagamaan yang diikuti ribuan warga itu dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur Dr. Reni Lamajido. Anwar Hafid yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Majelis Zikir Ittihadul Ummat Muhammad SAW disambut langsung oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, bersama jajaran pemerintah daerah.
Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi, serta pimpinan Majelis Zikir Ittihadul Ummat Muhammad SAW, Al-Habib Umar bin Ali bin Abdulqodir Assegaf.
Peringatan Maulid Nabi tersebut turut menghadirkan Al-Habib Idrus bin Salim Malak Idrus sebagai pembawa hikmah. Sejumlah unsur lainnya juga mengikuti kegiatan ini, di antaranya anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Sayutin Budianto, jajaran TP-PKK Kabupaten Parigi Moutong, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Parigi Moutong, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Parigi Moutong, unsur TNI-Polri, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan tidak semestinya dipandang hanya sebagai agenda rutin tahunan. Menurutnya, aktivitas yang memperkuat keimanan dan membangun kedisiplinan spiritual merupakan bagian penting dari upaya membentuk masyarakat yang memiliki landasan moral kuat.
Ia menjelaskan, nilai-nilai tersebut sejalan dengan program prioritas daerah bertajuk “9 Berani”, terutama dalam mendorong kehidupan masyarakat yang religius. Karena itu, dukungan terhadap kegiatan keagamaan perlu terus dipelihara agar nilai-nilai spiritual dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini sejalan dengan pilar religius yang kami bangun bersama. Kedisiplinan spiritual dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan adalah fondasi utama pembangunan Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid.
Selain menekankan pentingnya kehidupan religius, Gubernur juga mengajak masyarakat untuk memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam. Ia mengingatkan umat agar tidak hanya menjalankan ibadah sebagai kewajiban, tetapi juga mengambil pelajaran dari setiap amalan untuk memperbaiki perilaku dan meningkatkan kualitas kehidupan.
Anwar Hafid secara khusus mengajak masyarakat merenungkan makna pelaksanaan salat lima waktu serta membiasakan diri membaca dan mentadaburi Al-Qur’an. Menurutnya, pemahaman terhadap ajaran agama perlu diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan hubungan yang baik dengan sesama.
Sementara itu, Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Donggulu tersebut. Ia menilai kehadiran pimpinan provinsi menjadi bagian dari kebersamaan dalam mendukung kehidupan keagamaan masyarakat.
Abdul Sahid menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut seharusnya digunakan untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW sekaligus menjadikan akhlak, keteladanan, dan ajaran beliau sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Merupakan kehormatan dan kebahagiaan luar biasa bagi kami. Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk kembali meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW,” ungkap Abdul Sahid.
Ia juga menilai pelaksanaan Zikir Akbar menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menenangkan hati, dan memperkuat keimanan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat membangun keteguhan batin dalam menghadapi berbagai persoalan serta menjaga hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya.
“Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan menghadapi berbagai tantangan hidup,” tuturnya.
Pesan khusus turut disampaikan Abdul Sahid kepada generasi muda. Ia mengajak kaum muda menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dalam membangun karakter, memperkuat ilmu agama, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi masa depan.
Menurutnya, masa muda perlu diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, menjauhi perilaku negatif, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan dapat menjadi kekuatan untuk saling menghargai dan melengkapi.
Melalui peringatan Maulid Nabi dan Zikir Akbar ini, kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Semangat keagamaan yang tumbuh dari kegiatan tersebut juga diharapkan tercermin dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai persaudaraan, keteladanan, dan kepedulian sosial terus terjaga di Kabupaten Parigi Moutong, khususnya di Bumi Sunglara Membangun.












