KLIKPARIGI.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai mematangkan arah pembangunan daerah tahun 2027 dengan memperkuat sinkronisasi antara program kerja perangkat daerah dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didorong untuk menyusun Rencana Kerja (Renja) secara lebih rinci dan terarah, agar setiap program yang diusulkan benar-benar dapat dilaksanakan sesuai prioritas pembangunan daerah.
Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbangda Parigi Moutong, I Nyoman Sudiara, mengatakan penyusunan Renja Tahun Anggaran 2027 harus memperhatikan keterkaitan antara target kinerja, program prioritas, dan dukungan anggaran.
“Setiap OPD harus memastikan program yang direncanakan sejalan dengan dokumen Renstra masing-masing. Jadi bukan hanya menyusun kegiatan, tetapi juga harus jelas target, indikator, dan kebutuhan anggarannya,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, proses penyusunan Renja dilakukan melalui tahapan asistensi yang mengacu pada ketentuan dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Melalui tahapan tersebut, setiap perangkat daerah diminta menyusun dokumen perencanaan mulai dari gambaran umum, target kinerja, hingga rincian kebutuhan belanja.
Menurut Nyoman, penyusunan rincian belanja hingga level subkegiatan menjadi penting di tengah kebijakan efisiensi dan rasionalisasi anggaran yang diterapkan pemerintah.
“Program prioritas harus benar-benar didukung oleh perencanaan anggaran yang realistis. Karena itu, rincian belanja per subkegiatan harus dibuat lebih detail agar sinkron dengan target yang ingin dicapai,” katanya.
Ia menambahkan, setelah dokumen Renja selesai disusun, masing-masing OPD akan melanjutkan ke tahap penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) sebagai dasar pengalokasian anggaran tahun 2027.
“Setelah Renja selesai, akan dilanjutkan dengan penyusunan RKA. Selanjutnya dokumen itu akan direviu oleh Inspektorat agar perencanaan dan penganggaran benar-benar sesuai ketentuan,” jelasnya.
Bappelitbangda berharap melalui proses asistensi ini, kualitas dokumen perencanaan perangkat daerah semakin baik, sehingga program pembangunan yang dirancang dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.















