KLIKPARIGI.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mendorong langkah konkret dalam mencetak generasi unggul sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. Upaya tersebut ditunjukkan dengan kunjungan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, ke Kantor Kementerian Sosial RI di Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Kehadiran Bupati bersama rombongan menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Erwin Burase menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki makna strategis bagi masa depan daerah. “Kami mempertanyakan sejauh mana perkembangan usulan ini, karena Sekolah Rakyat sangat kami butuhkan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul sekaligus memutus mata rantai kemiskinan dengan menyediakan akses pendidikan bermutu tanpa biaya bagi warga kurang mampu,” ujarnya.
Rombongan Bupati disambut oleh Wakil Ketua II Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat Kemensos RI, Ahmad Juhari. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Parigi Moutong dinilai memenuhi syarat administrasi dan layak untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Dari seluruh wilayah di Sulawesi Tengah, hanya empat daerah yang lolos verifikasi, yakni Kabupaten Parigi Moutong, Sigi, Tojo Una-Una, dan Buol,” jelas Ahmad.
Ia menambahkan, secara nasional terdapat 120 daerah yang akan ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, dan Parigi Moutong masuk dalam Tahap III.
“Saat ini statusnya tinggal menunggu penetapan resmi dari Menteri Sosial RI. Untuk Tahap III, pengumuman dijadwalkan pada rentang April hingga Mei 2026,” ungkapnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua Komisi I DPRD Parigi Moutong Mohamad Irfain, Plt. Kepala Dinas Sosial Idham Karanja, Sekretaris Dinas Sosial Syafaat Pampi, Kabid Pengembangan dan Keselamatan Dishub Wahyudin A. Takuloe, serta Kasubag Kepegawaian Dinsos Nurdin Sulaeman.
Dengan adanya sinyal positif dari Kementerian Sosial, harapan masyarakat Parigi Moutong untuk memiliki fasilitas pendidikan yang inklusif dan berkualitas semakin dekat menjadi kenyataan.















