Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Parigi MoutongPotret

Hari Kesiapsiagaan Bencana, Parimo Perkuat Kesiapan Hadapi Risiko

×

Hari Kesiapsiagaan Bencana, Parimo Perkuat Kesiapan Hadapi Risiko

Sebarkan artikel ini
Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Suasana siaga dan penuh kesiapan tampak di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong saat pemerintah daerah menggelar apel dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, bertindak sebagai pembina apel sekaligus menyampaikan amanat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana merupakan agenda nasional yang bertujuan meningkatkan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat.

“Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana, baik alam, non-alam, maupun sosial,” ujar Bupati.

Baca Juga:  IBI Parigi Moutong Gelar Muscab, Fokus pada Pelayanan Kebidanan Berkelanjutan

Dengan mengusung tema “Siap Untuk Selamat: Bersatu Dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana,” kegiatan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara, pelajar, hingga kelompok rentan, untuk memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.

Bupati menjelaskan bahwa Indonesia, termasuk Kabupaten Parigi Moutong, memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Berbagai potensi ancaman seperti banjir, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem menjadi risiko nyata yang harus diantisipasi bersama.

“Parigi Moutong termasuk daerah yang memiliki tingkat kerentanan bencana. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi budaya, bukan hanya dilakukan saat terjadi bencana,” tegasnya.

Baca Juga:  Erwin Burase Ajak Warga Kawal Pembangunan Parigi Moutong

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, termasuk pemahaman tentang jalur evakuasi, teknik penyelamatan diri, serta koordinasi antar lembaga terkait.

“Pengetahuan tentang evakuasi mandiri dan penyelamatan diri harus dimiliki masyarakat. Ini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana,” tambahnya.

Selain apel siaga, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Parigi Moutong sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam upaya mitigasi bencana.

Tak hanya itu, dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan sejumlah instansi, seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Baca Juga:  Bupati Parigi Moutong: Kehadiran Korem Buka Peluang Usaha dan Hunian Baru

Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada pihak-pihak yang berperan aktif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan setiap tahun, tetapi juga diikuti dengan simulasi kebencanaan secara rutin yang melibatkan masyarakat luas.

“Ke depan, kita harapkan ada simulasi yang melibatkan semua unsur, agar kesiapsiagaan ini benar-benar teruji dan masyarakat semakin tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *