Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KesehatanParigi Moutong

Dinkes Parimo Ajak Masyarakat Aktif Donor Darah demi Selamatkan Ibu Melahirkan

×

Dinkes Parimo Ajak Masyarakat Aktif Donor Darah demi Selamatkan Ibu Melahirkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Foto. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong menyoroti minimnya persediaan darah sebagai salah satu kendala serius dalam penanganan ibu melahirkan di daerah. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh besar terhadap tingginya angka kematian ibu, terutama pada kasus persalinan dengan komplikasi.

Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Darlin, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat 10 kasus kematian ibu, sementara pada awal 2026 sudah terjadi satu kasus serupa.

“Sebagian besar kasus kematian ibu berkaitan dengan keterlambatan penanganan akibat stok darah yang tidak tersedia saat dibutuhkan,” ujarnya di Parigi.

Baca Juga:  Pemkab Parigi Moutong Dukung UMKM Lewat Pasar Ramadan

Ia menjelaskan, kondisi seperti pendarahan hebat, infeksi, dan komplikasi kehamilan membutuhkan transfusi darah secepat mungkin. Namun, keterbatasan stok darah sering membuat penanganan menjadi tidak optimal.

“Darah tidak bisa dibeli seperti obat. Walaupun rumah sakit siap, kalau tidak ada pendonor, maka proses penyelamatan pasien juga akan terkendala,” jelas Darlin pada Kamis, (9/04/2026).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinkes Parimo terus memperkuat kerja sama dengan Palang Merah Indonesia, rumah sakit, puskesmas, serta pemerintah kecamatan untuk memperluas jangkauan pendonor.

Baca Juga:  Awasi PSU di Sejumlah TPS, KPU dan Bawaslu Parimo Berharap Ini Menjadi Bahan Evaluasi

Menurut Darlin, kebutuhan darah di Parigi Moutong mencapai ribuan kantong setiap tahun, namun jumlah yang tersedia masih jauh dari kebutuhan ideal.

“Stok yang ada saat ini masih sangat terbatas. Karena itu, kami terus mengajak masyarakat agar mau menjadi pendonor aktif,” katanya.

Berbagai langkah telah dilakukan untuk meningkatkan minat donor darah, mulai dari sosialisasi, kerja sama lintas sektor, hingga pemberian bantuan sembako kepada pendonor. Namun, upaya tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

Baca Juga:  Bimtek TP3S 2025 Digelar, Parigi Moutong Tegaskan Komitmen Tekan Angka Stunting

Selain persoalan jumlah pendonor, keterbatasan fasilitas penyimpanan darah juga menjadi tantangan. Saat ini, kapasitas penyimpanan di daerah dinilai belum memadai untuk menampung stok dalam jumlah besar.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes menyiapkan daftar relawan donor darah yang siap dipanggil sewaktu-waktu ketika terjadi kondisi darurat di rumah sakit.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa donor darah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga bisa menyelamatkan nyawa ibu dan bayi,” pungkas Darlin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *