KLIKPARIGI.ID – Respons terhadap bencana banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, turut dilakukan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Penyaluran bantuan menjadi bentuk solidaritas sekaligus kepedulian aparatur di lingkungan Disdikbud terhadap masyarakat yang sedang menjalani masa tanggap bencana.
Kepala Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, bersama jajaran mendatangi posko pengungsian pada Jumat (28/8/2026). Selain membawa bantuan kebutuhan pokok, kedatangan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat kondisi masyarakat dan peserta didik yang terkena dampak banjir.
Bantuan yang dihimpun dari sumbangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Disdikbud Parigi Moutong tersebut berupa beras, telur, mi instan, air mineral dan pakaian layak pakai. Logistik itu diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama berada dalam situasi darurat.
Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan aksi tersebut lahir dari kepedulian internal jajaran Disdikbud terhadap kondisi warga Avolua.
“Bantuan ini kami kumpulkan secara bersama-sama sebagai wujud empati kepada warga yang sedang menghadapi musibah. Semoga kebutuhan dasar mereka dapat sedikit terbantu selama proses penanganan bencana,” kata Ibrahim, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, perhatian Disdikbud tidak hanya diarahkan pada kebutuhan logistik masyarakat. Aspek pendidikan juga menjadi bagian penting yang perlu segera dipetakan, terutama terkait kondisi siswa yang rumah maupun lingkungannya terdampak banjir.
Jajaran Disdikbud melakukan pendataan terhadap peserta didik untuk mengetahui jumlah siswa yang terdampak serta kondisi yang mereka hadapi setelah bencana. Data tersebut nantinya menjadi bahan bagi pemerintah dalam menentukan bentuk dukungan yang diperlukan sektor pendidikan.
“Setelah bencana, kami perlu memastikan anak-anak tetap mendapatkan perhatian. Pendataan ini penting supaya tidak ada siswa terdampak yang terlewat dan kebutuhan pendidikannya bisa kami identifikasi dengan baik,” jelasnya.
Ibrahim menuturkan, dampak bencana terhadap setiap siswa tidak selalu sama. Ada peserta didik yang terdampak secara langsung karena rumahnya terkena banjir, sementara lainnya mungkin menghadapi kendala dalam mengikuti pembelajaran akibat kondisi lingkungan dan fasilitas yang belum pulih.
Karena itu, Disdikbud akan terus memantau perkembangan kondisi pendidikan di wilayah terdampak. Koordinasi dengan pihak sekolah juga diperlukan untuk memastikan proses pembelajaran dapat kembali berjalan setelah situasi memungkinkan.
“Prioritas kami adalah memastikan keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak-anak. Ketika kondisi sudah memungkinkan, kami ingin para siswa dapat kembali belajar tanpa menghadapi hambatan yang berkepanjangan,” ujarnya.
Disdikbud Parigi Moutong berharap pemulihan pascabanjir di Desa Avolua dapat berjalan secara bertahap. Selain pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pemulihan fasilitas dan aktivitas pendidikan juga diharapkan mendapat perhatian sehingga siswa dapat kembali menjalani kegiatan belajar secara normal.
Penyaluran bantuan dan pendataan peserta didik tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa respons Disdikbud terhadap bencana tidak berhenti pada bantuan kemanusiaan. Langkah tersebut juga diarahkan untuk memastikan dampak bencana terhadap dunia pendidikan dapat diketahui secara akurat dan segera ditindaklanjuti.
“Yang paling penting setelah kondisi darurat teratasi adalah bagaimana anak-anak bisa kembali mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Itu yang akan terus kami kawal,” pungkas Ibrahim.














