Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi Moutong

Akses Warga Terputus, DPRD Parigi Moutong Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Darurat

×

Akses Warga Terputus, DPRD Parigi Moutong Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Darurat

Sebarkan artikel ini
Jembatan Rusak di Sibalago. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Penanganan dampak bencana yang memutus akses transportasi di Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu, mulai mendapat perhatian serius. Untuk memastikan langkah penanganan dilakukan secara tepat, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun langsung meninjau lokasi jembatan yang rusak di Dusun III, Sabtu (30/5/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan konektivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada jembatan tersebut sebagai jalur utama menuju permukiman, lahan pertanian, sekolah, hingga fasilitas pelayanan publik. Hasil pengecekan lapangan akan menjadi dasar penyusunan langkah penanganan darurat sekaligus perencanaan pembangunan infrastruktur yang lebih permanen.

Dalam kegiatan itu, tim gabungan melakukan pengukuran titik kerusakan, menilai kondisi struktur jembatan yang terdampak, serta mengamati perubahan aliran sungai pascabencana untuk menentukan lokasi paling aman bagi pembangunan jembatan sementara.

Baca Juga:  Fasilitas Diperbarui, Bupati Parigi Moutong Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Rusno, mengatakan kehadiran DPRD di lokasi merupakan bentuk tanggung jawab dalam memastikan pemerintah bergerak cepat menangani kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak terlalu lama mengalami kesulitan akibat putusnya akses ini. Karena itu, kami turun langsung bersama BPBD agar langkah penanganannya bisa segera diputuskan dan dilaksanakan,” ujar Rusno.

Ia menegaskan, jembatan tersebut memiliki fungsi yang sangat penting karena menjadi jalur utama yang menghubungkan aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi sehari-hari.

Menurutnya, pembangunan jembatan darurat harus segera direalisasikan sembari menunggu proses pembangunan jembatan permanen yang lebih kuat dan aman.

“Yang paling mendesak sekarang adalah membuka kembali akses masyarakat. Setelah itu, pemerintah perlu menyiapkan pembangunan jembatan permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang ketika bencana datang,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Parimo Sampaikan Hasil Kerja Melalui Pansus Terkait LHP BPK RI

Selain pembangunan jembatan darurat, Rusno juga meminta pemerintah mempercepat normalisasi sungai yang berada di sekitar lokasi sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi ancaman banjir dan kerusakan infrastruktur pada musim hujan mendatang.

“Penanganan bencana tidak cukup hanya membangun kembali jembatan. Sungainya juga harus ditata agar aliran air lebih terkendali sehingga risiko kerusakan dapat diminimalkan,” tambahnya.

Sementara itu, warga Desa Sibalago berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan akses penghubung yang layak karena kerusakan jembatan telah menghambat mobilitas masyarakat di Dusun III dan Dusun IV.

Perwakilan masyarakat, Fadlin, mengatakan warga kini mengalami kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan kedua wilayah.

“Kami sangat berharap pembangunan segera dilakukan. Jembatan ini menjadi kebutuhan utama masyarakat untuk bekerja, bersekolah, maupun mengakses berbagai pelayanan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gado-gado Racikan Mas Dedi Jadi Rebutan

Menanggapi aspirasi masyarakat, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, S.T., M.Si., memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah penanganan melalui pembangunan jembatan darurat.

Ia menjelaskan, pembangunan akan dilakukan di sisi jembatan yang rusak agar masyarakat tetap memiliki jalur penghubung selama proses pembangunan infrastruktur permanen dipersiapkan.

“Hasil peninjauan hari ini menjadi dasar bagi kami untuk segera membangun jembatan darurat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan. Bersamaan dengan itu, normalisasi sungai juga terus dilakukan bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana,” jelas Rivai.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap penanganan darurat dapat segera diselesaikan sehingga mobilitas warga kembali normal. Di sisi lain, hasil kajian lapangan akan menjadi acuan dalam penyusunan pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh, aman, dan mampu mendukung aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *