Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Parigi Moutong

Reses di Sausu Trans, Yolanda Mambu Siap Kawal Aspirasi Jalan dan Pemberdayaan Warga

×

Reses di Sausu Trans, Yolanda Mambu Siap Kawal Aspirasi Jalan dan Pemberdayaan Warga

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Reses Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo) dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Yolanda Mambu, bersama warga Sausu Trans. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Kondisi infrastruktur lingkungan dan kebutuhan penguatan ekonomi masyarakat menjadi perhatian dalam pertemuan Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo) dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Yolanda Mambu, bersama warga Sausu Trans, Kecamatan Sausu.

Pertemuan tersebut berlangsung melalui agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026, Selasa, (4/8/2026). Forum itu dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan.

Yolanda mengatakan, pertemuan reses memberikan kesempatan bagi dirinya untuk mengetahui secara langsung persoalan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah pemilihannya. Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPRD.

“Setiap pertemuan dengan masyarakat selalu memberikan gambaran tentang kebutuhan yang harus diperhatikan. Apa yang disampaikan warga akan saya catat dan saya perjuangkan melalui mekanisme yang tersedia di DPRD,” kata Yolanda.

Baca Juga:  Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 TA 2024

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian warga adalah kondisi Jalan Lorong Nakula di Dusun V. Masyarakat berharap ruas jalan tersebut dapat ditingkatkan kualitasnya melalui pengaspalan sehingga akses keluar-masuk warga menjadi lebih mudah.

Menurut masyarakat, peningkatan jalan bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan perjalanan, tetapi juga berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas ekonomi. Akses yang lebih baik akan membantu masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari dan mengangkut berbagai kebutuhan maupun hasil usaha.

Dalam forum yang sama, masyarakat juga menyampaikan harapan agar pembangunan di Kecamatan Sausu dilakukan secara lebih merata. Mereka meminta perhatian terhadap infrastruktur tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu, tetapi menjangkau seluruh kawasan yang masih membutuhkan peningkatan fasilitas dasar.

Selain persoalan jalan, aspirasi pemberdayaan ekonomi juga disampaikan kelompok pemuda Nakula. Mereka mengusulkan dukungan untuk membangun usaha depot air minum yang dapat dikelola secara produktif dan menjadi salah satu sumber kegiatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Parigi Moutong Jadi Rujukan, Halmahera Timur Tinjau Pengelolaan Durian Berbasis Agribisnis

Kelompok pemuda tersebut juga mengharapkan bantuan berupa kursi dan tenda. Fasilitas itu dinilai dapat menunjang pelaksanaan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang berlangsung di lingkungan warga.

Yolanda menyambut seluruh usulan tersebut dan menyatakan akan mengupayakan agar aspirasi yang disampaikan memiliki tindak lanjut melalui pembahasan di tingkat pemerintah daerah. Ia menilai kebutuhan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat harus ditempatkan berdasarkan skala prioritas.

“Tidak semua kebutuhan dapat diwujudkan secara bersamaan, tetapi bukan berarti aspirasi tersebut diabaikan. Saya akan melihat jalur dan kewenangannya, kemudian mendorong agar usulan yang menjadi prioritas dapat masuk dalam pembahasan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, fungsi DPRD tidak hanya berkaitan dengan penyusunan peraturan dan pembahasan anggaran, tetapi juga pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan. Karena itu, setiap usulan masyarakat akan menjadi bagian dari bahan yang dibawa dalam menjalankan ketiga fungsi tersebut.

Baca Juga:  Jelang PSU di Parigi Moutong, Sekda Ingatkan ASN Tetap Netral dan Profesional

Yolanda juga menyatakan kesiapan untuk mengawal dokumen usulan maupun proposal yang disampaikan masyarakat. Selanjutnya, aspirasi tersebut akan diupayakan masuk dalam proses perencanaan pembangunan serta pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun anggaran mendatang.

“Saya ingin memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti setelah reses selesai. Proposal dan usulan yang sudah disampaikan akan kami kawal sesuai mekanisme, sehingga ada ruang untuk diperjuangkan dalam perencanaan dan penganggaran daerah,” tegas Yolanda.

Ia berharap masyarakat tetap aktif menyampaikan kebutuhan pembangunan secara terukur dan dilengkapi dokumen pendukung. Menurutnya, komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan di tingkat lingkungan dapat masuk dalam agenda pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *