KLIKPARIGI.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong membentuk Tim Sembilan untuk melakukan seleksi dan evaluasi cabang olahraga (cabor) serta atlet yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali.
Pembentukan Tim Sembilan dilakukan sebagai bagian dari strategi KONI Parigi Moutong dalam menentukan cabor dan atlet yang dinilai memiliki peluang meraih medali. Langkah tersebut juga disesuaikan dengan kondisi anggaran KONI yang terbatas untuk pembinaan dan pemberangkatan kontingen.
Ketua KONI Parigi Moutong, Faisan Badja, mengatakan Tim Sembilan memiliki tugas utama mendata dan mengevaluasi kesiapan setiap cabor, khususnya atlet yang memiliki peluang besar meraih medali pada Porprov Sulteng 2026.
“Tim Sembilan itu mendata kesiapan cabor yang atletnya sudah siap untuk meraih medali,” ujar Faisan saat ditemui awak media di Parigi, Jumat (28/8/2026).
Menurut Faisan, keterbatasan anggaran membuat KONI harus lebih selektif dalam menentukan atlet yang akan diberangkatkan ke Morowali. Prioritas diberikan kepada atlet yang dinilai memiliki peluang memberikan hasil terbaik bagi Parigi Moutong.
“Dengan kondisi keuangan yang ada, tentunya kami menyesuaikan dengan anggaran yang diberikan pemerintah kepada KONI. Yang paling garis besar adalah bonus untuk anak-anak,” katanya.
Ia menyebut kondisi saat ini berbeda dengan Porprov empat tahun lalu yang didukung anggaran lebih besar. Karena itu, efektivitas penggunaan anggaran menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan cabor dan jumlah atlet yang akan mengikuti Porprov 2026.
Faisan menegaskan proses evaluasi yang dilakukan Tim Sembilan tidak akan diintervensi oleh dirinya maupun pihak lain. Keputusan mengenai cabor dan atlet yang dinilai layak diberangkatkan diserahkan kepada tim berdasarkan hasil evaluasi.
“Saya percayakan Tim Sembilan untuk mengevaluasi para cabor untuk menghadapi Porprov yang ada di Morowali. Kalau atlet sudah siap untuk meraih medali, kita bawa. Kalau tidak siap, untuk apa kita bawa?” ujarnya.
Ia juga memastikan proses seleksi dilakukan secara objektif dan tidak berdasarkan kepentingan tertentu. Penilaian diarahkan pada kesiapan dan peluang prestasi masing-masing atlet.
Berdasarkan laporan awal Tim Sembilan, sudah terdapat sejumlah cabor yang dinilai memiliki peluang meraih medali pada Porprov Sulteng 2026. Namun, Faisan belum merinci nama cabor maupun jumlah atlet yang masuk dalam daftar prioritas.
“Sudah ada. Kemarin mereka sudah melaporkan bahwa ada beberapa cabor. Nanti bisa dikonfirmasi juga ke Tim Sembilan,” katanya.
Faisan menambahkan, keberadaan Tim Sembilan diharapkan membuat proses pemetaan dan penentuan kontingen tidak hanya bergantung pada keputusan satu pihak.
“Tidak mungkin semua lari sama saya. Saya bilang, apa pun keputusan kalian, tidak ada intervensi saya selaku Ketua KONI ataupun siapa pun terkait kita membawa atlet untuk persiapan cabor di Morowali,” pungkasnya.
Melalui pembentukan Tim Sembilan, KONI Parigi Moutong menargetkan kontingen yang diberangkatkan ke Porprov Sulteng 2026 benar-benar memiliki potensi prestasi. Strategi tersebut diarahkan pada prinsip kualitas di atas kuantitas, dengan memprioritaskan atlet yang memiliki peluang nyata meraih medali.














