KLIKPARIGI.ID – Upaya membentuk generasi muda yang memiliki landasan keagamaan kuat terus didorong Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Salah satunya melalui pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-VIII tingkat Kecamatan Sidoan yang resmi dibuka Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase di Desa Muara Jaya, Jumat (28/8/2026).
Ajang keagamaan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menanamkan nilai moral kepada masyarakat. Sejumlah pejabat daerah, anggota DPRD, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat dan warga turut menghadiri pembukaan kegiatan tersebut.
Bupati H. Erwin Burase menyampaikan penghargaan kepada panitia, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Sidoan, Pemerintah Desa Muara Jaya serta masyarakat yang telah berkontribusi sehingga MTQ dapat terlaksana.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ harus memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan juara. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda.
“MTQ harus kita jadikan sebagai sarana untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus membentuk pribadi yang memiliki akhlak dan prinsip dalam menjalani kehidupan,” kata Erwin.
Ia menilai perkembangan lingkungan sosial dan teknologi membawa berbagai tantangan bagi anak-anak dan remaja. Karena itu, penguatan pendidikan agama dinilai penting agar generasi muda memiliki kemampuan untuk membedakan pengaruh positif dan negatif.
Bupati secara khusus mengingatkan masyarakat mengenai bahaya narkoba, minuman keras serta berbagai bentuk pergaulan yang dapat merusak masa depan generasi penerus.
“Ketika anak-anak kita dekat dengan Al-Qur’an, memahami ajaran agama dan mendapatkan keteladanan dari lingkungan, mereka akan memiliki bekal yang lebih kuat untuk menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Erwin berharap semangat MTQ dapat diteruskan dalam kehidupan masyarakat setelah seluruh rangkaian perlombaan berakhir. Masjid dan lingkungan keluarga, menurutnya, perlu terus dihidupkan dengan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembinaan generasi.
“Jangan sampai semangat membaca Al-Qur’an hanya muncul ketika MTQ berlangsung. Jadikan momentum ini sebagai awal untuk membangun kebiasaan membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an setiap hari,” pesannya.
Kepada seluruh peserta, Bupati meminta agar kompetisi diikuti dengan penuh kejujuran dan sportivitas. Ia juga mengingatkan peserta untuk menjadikan MTQ sebagai kesempatan memperluas wawasan keagamaan sekaligus memperkuat persaudaraan.
Sementara kepada dewan hakim, ia meminta proses penilaian dilaksanakan secara profesional dan objektif sehingga peserta yang memperoleh hasil terbaik benar-benar berdasarkan kemampuan yang ditampilkan selama perlombaan.
Selain berbicara mengenai pembinaan keagamaan, Bupati Erwin juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan masyarakat mengenai potensi bencana yang dapat terjadi akibat perubahan cuaca.
Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor. Sebaliknya, kondisi panas dan kering berpotensi memicu kebakaran lahan.
“Masyarakat harus membaca kondisi lingkungan dan tidak menunggu sampai bencana terjadi. Warga di sekitar sungai, wilayah rendah dan kawasan rawan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan, sementara pembakaran lahan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan tidak sembarangan,” tegasnya.
Ia mengajak pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat untuk memperkuat komunikasi serta saling mengingatkan apabila terdapat kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama. Jika ada tanda-tanda ancaman bencana, segera sampaikan kepada pemerintah dan lakukan langkah pengamanan sedini mungkin,” tambah Erwin.
Di sisi lain, Ketua Panitia MTQ ke-VIII Kecamatan Sidoan sekaligus Kepala Desa Muara Jaya, Fadil, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam membaca serta memahami kandungan Al-Qur’an.
Selain pembinaan, MTQ tingkat kecamatan juga menjadi tahapan seleksi untuk menjaring peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Sidoan pada MTQ tingkat Kabupaten Parigi Moutong di Kecamatan Parigi Barat.
Menurut Fadil, peserta yang terpilih diharapkan dapat membawa nama baik Kecamatan Sidoan sekaligus menunjukkan hasil pembinaan yang telah dilakukan melalui kegiatan keagamaan di tingkat desa dan kecamatan.
Pembukaan MTQ ke-VIII Kecamatan Sidoan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan, tetapi mampu memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat serta melahirkan generasi yang memiliki kemampuan, akhlak dan kepedulian sosial yang baik.














