Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi MoutongPotret

Ekspor Perdana ke Tiongkok Sukses, Parigi Moutong Perkuat Standar Mutu Durian untuk Pasar Global

×

Ekspor Perdana ke Tiongkok Sukses, Parigi Moutong Perkuat Standar Mutu Durian untuk Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Dialog Optimalisasi Kualitas Ekspor Komoditas Durian. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Parigi Moutong semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu sentra durian unggulan nasional yang mampu bersaing di pasar internasional. Keberhasilan pengiriman perdana puluhan ton durian segar asal daerah tersebut ke Tiongkok menjadi tonggak penting dalam pengembangan komoditas perkebunan yang selama ini menjadi andalan ribuan petani di berbagai kecamatan.

Keberhasilan tersebut menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani. Untuk memastikan peluang ekspor dapat terus berlanjut dan berkembang, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong menginisiasi Dialog Optimalisasi Kualitas Ekspor Komoditas Durian yang dipusatkan di PT Sentra Pangan Sejahtera, Desa Avolua.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, Wakil Bupati Abdul Sahid, jajaran perangkat daerah, pelaku usaha, eksportir, pengelola rumah kemas (packing house), serta ratusan petani durian dari berbagai wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (28/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Parigi Moutong menegaskan bahwa keberhasilan ekspor tidak boleh hanya dipandang sebagai pencapaian sesaat. Menurutnya, tantangan yang lebih besar adalah menjaga konsistensi kualitas produk agar mampu memenuhi standar negara tujuan dan membuka akses pasar yang lebih luas di masa mendatang.

Baca Juga:  Pemkab Parigi Moutong Bangun Sinergi dengan Kementerian Pendidikan

“Keberhasilan ekspor ini harus menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas. Kita ingin durian Parigi Moutong dikenal bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga karena kualitasnya yang terjamin, aman, dan memenuhi standar internasional,” ujar Erwin Burase.

Ia mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan sektor durian melalui pembinaan petani, penguatan kelembagaan, hingga peningkatan akses pasar. Dukungan dari Badan Karantina Indonesia dan Kadin dinilai sangat penting, terutama dalam pendampingan teknis, penerapan standar mutu, dan proses sertifikasi ekspor.

Potensi durian Parigi Moutong sendiri dinilai sangat besar. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam dialog tersebut, komoditas durian tersebar di 19 kecamatan dengan luas lahan mencapai sekitar 1.114 hektare. Jumlah pohon produktif diperkirakan mencapai lebih dari 114 ribu batang dengan total produksi sekitar 6.000 ton setiap tahun.

Besarnya potensi tersebut menjadikan sektor durian sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini menggantungkan pendapatan dari hasil perkebunan.

Selain membahas peluang pasar internasional, forum dialog juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi antara petani dan pemerintah untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Salah satu isu yang mengemuka adalah munculnya penyakit bangkalan yang dikeluhkan petani durian dari Desa Alo, Kecamatan Ampibabo. Penyakit tersebut diketahui menyerang bagian dalam buah sehingga menyebabkan tekstur menjadi berair, rasa menurun, dan sulit dikenali sebelum buah dibuka.

Baca Juga:  Empat Raperda Baru Siap Wujudkan Parigi Moutong yang Lebih Bersih, Kreatif, dan Teratur

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menyatakan pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah teknis guna mengidentifikasi penyebab penyakit tersebut serta mencari solusi penanganan yang tepat.

“Kami akan menindaklanjuti persoalan ini secara serius. Tim akan dibentuk untuk melakukan kajian dan pendampingan agar masalah penyakit bangkalan dapat diatasi sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi petani,” kata Abdul Kadir Karding.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan ekspor sangat ditentukan oleh kualitas produk yang dihasilkan sejak tahap budidaya hingga pengemasan. Karena itu, seluruh rantai produksi harus menerapkan standar yang ketat agar mampu memenuhi persyaratan pasar global.

Sementara itu, Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong menyoroti pentingnya disiplin petani dalam menentukan waktu panen. Menurutnya, masih ditemukan praktik pemanenan buah sebelum mencapai tingkat kematangan ideal yang berdampak pada penurunan kualitas saat proses sortasi.

“Buah yang dipanen terlalu cepat akan mengalami penurunan mutu dan berpotensi masuk kategori kualitas rendah. Hal ini tentu merugikan semua pihak, baik petani maupun perusahaan yang melakukan pengemasan dan ekspor,” jelas Faradiba.

Baca Juga:  Penguatan Legalitas Durian Khas Parigi Moutong Melalui IG

Ia mengimbau petani agar lebih memperhatikan standar kematangan buah sebelum dipetik demi menjaga kepercayaan pembeli dan keberlanjutan pasar ekspor yang telah berhasil dibuka.

Faradiba juga menegaskan pentingnya transparansi dalam proses penilaian mutu buah. Jika ditemukan indikasi ketidaksesuaian dalam proses sortasi maupun penetapan kualitas hasil panen, petani diminta segera melaporkannya agar dapat dilakukan mediasi dan penyelesaian secara terbuka.

Sebagai langkah jangka panjang, Kadin Parigi Moutong mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menyusun regulasi khusus terkait pengembangan ekosistem durian serta membentuk satuan tugas yang bertugas mengawal tata kelola komoditas tersebut secara menyeluruh.

“Kami berharap ada kebijakan yang mampu memberikan kepastian bagi petani, pelaku usaha, dan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai usaha durian. Dengan tata kelola yang baik, komoditas ini akan berkembang lebih cepat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan para petani, durian Parigi Moutong kini mulai menapaki pasar internasional dengan optimisme yang tinggi. Keberhasilan ekspor perdana menjadi bukti bahwa komoditas lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat global sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *