Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 970x250
Parigi MoutongPendidikan

Dedikasi Guru Pedalaman Parimo Diganjar Penghargaan Hardiknas 2026

×

Dedikasi Guru Pedalaman Parimo Diganjar Penghargaan Hardiknas 2026

Sebarkan artikel ini
Guru dan Kepsek SD Terpencil di Tinombo diberi apresiasi khusus pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Semangat pengabdian para tenaga pendidik di wilayah terpencil Kabupaten Parigi Moutong mendapat apresiasi khusus pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Dedikasi guru dan kepala sekolah yang tetap bertahan mengajar di daerah dengan keterbatasan fasilitas dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di pelosok daerah.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian upacara Hardiknas sebagai bentuk penghormatan terhadap tenaga pendidik yang selama ini aktif membangun pendidikan dasar di kawasan terpencil Kecamatan Tinombo.

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Ibrahim, menjelaskan bahwa penghargaan diberikan kepada empat tenaga pendidik yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.

“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan pengabdian mereka dalam melayani pendidikan di daerah terpencil dengan berbagai keterbatasan,” ujarnya usai pelaksanaan upacara Hardiknas, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga:  Pemkab Parimo Gandeng BPKP Sulteng Tingkatkan Akuntabilitas Pemerintahan

Adapun penerima penghargaan tersebut yakni Guru Muh Najib dan Kepala Sekolah Rinto Ambotua dari SD Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Guru Riska Andriani dan Kepala Sekolah Rahmat Kaiwi dari SD Terpencil Ogolugu, Desa Tibu, Kecamatan Tinombo.

Menurut Ibrahim, para penerima penghargaan tidak hanya menunjukkan komitmen dalam mengajar, tetapi juga aktif memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan kondisi sekolah serta aktivitas belajar siswa di daerah terpencil kepada masyarakat luas.

Langkah tersebut dinilai berhasil membuka perhatian publik terhadap kondisi pendidikan di wilayah pelosok hingga akhirnya mendapat respons dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.

“Mereka mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi digital untuk menyampaikan kondisi nyata sekolah di daerah terpencil. Dari situ perhatian masyarakat dan pemerintah mulai terbuka,” jelasnya.

Baca Juga:  Program Sehat Bersama, Dinkes Parimo Tambah Fasilitas Rumah Rujukan di Makassar

Ia berharap semangat dan kreativitas para guru tersebut dapat menjadi motivasi bagi tenaga pendidik lainnya agar terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah masing-masing.

Disdikbud Parigi Moutong, lanjut Ibrahim, selama ini terus berupaya memperjuangkan perhatian bagi sekolah terpencil, termasuk melalui pengusulan tunjangan khusus bagi guru dan kepala sekolah yang bertugas di wilayah sulit dijangkau.

Walaupun sumber anggaran berasal dari pemerintah pusat, proses pengusulan tetap dilakukan melalui pemerintah daerah berdasarkan data dan kondisi lapangan.

“Kami terus mendorong agar guru-guru di daerah terpencil mendapatkan perhatian, baik melalui tunjangan maupun bantuan peningkatan fasilitas sekolah,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengusulan bantuan, terutama berkaitan dengan kelengkapan administrasi sekolah, jumlah peserta didik, hingga legalitas lahan sekolah.

Saat ini, dari total sekitar 425 sekolah dasar di Kabupaten Parigi Moutong, terdapat kurang lebih 70 sekolah yang masuk kategori daerah terpencil dan sangat terpencil sehingga membutuhkan penanganan bertahap.

Baca Juga:  Tingkatkan Ekonomi Warga, DiskopUKM Parimo Gagas Pengelolaan Pasar Tematik

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, sejumlah sekolah mulai mendapatkan perhatian pemerintah pusat. Salah satunya SD Terpencil Bainaa Barat yang tahun ini ditetapkan sebagai penerima program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Dalam waktu dekat kepala sekolah bersama pihak dinas akan berangkat ke Jakarta untuk penandatanganan kontrak revitalisasi sekolah,” ungkap Ibrahim.

Sementara itu, SD Terpencil Ogolugu di Desa Tibu juga dijadwalkan menerima kunjungan tim Kemendikdasmen sebagai bagian dari proses verifikasi usulan bantuan sarana dan prasarana sekolah.

Pemerintah daerah berharap perhatian terhadap sekolah-sekolah terpencil terus meningkat sehingga pemerataan layanan pendidikan dapat dirasakan hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *