KLIKPARIGI.ID – Upaya pemerataan kualitas pendidikan hingga ke pelosok terus diperkuat melalui peningkatan fasilitas belajar di berbagai wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Perhatian terhadap kondisi bangunan sekolah, ruang belajar, hingga sarana penunjang pendidikan kini menjadi salah satu fokus utama dalam program pembangunan daerah beberapa tahun ke depan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, menjelaskan bahwa peningkatan infrastruktur pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan belajar yang layak bagi seluruh siswa, terutama di kawasan terpencil dan sulit dijangkau.
“Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berbicara soal proses belajar mengajar, tetapi juga harus ditunjang fasilitas yang memadai. Karena itu, sekolah-sekolah di daerah terpencil menjadi prioritas perhatian pemerintah daerah,” ujarnya di Parigi, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, arah pembangunan pendidikan tersebut sejalan dengan program prioritas daerah yang menitikberatkan pada pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sarana sekolah di seluruh kecamatan.
Ia menegaskan, sekolah-sekolah yang selama ini mengalami keterbatasan fasilitas, termasuk yang telah menjadi aspirasi masyarakat maupun perhatian DPRD, akan masuk dalam tahapan pendataan dan verifikasi untuk penanganan bertahap.
Salah satu wilayah yang turut menjadi perhatian yakni sekolah di Desa Ogobayas, Kecamatan Mepanga, yang sebelumnya disuarakan masyarakat terkait kondisi sarana pendidikan yang membutuhkan peningkatan.
Sunarti mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan monitoring dan pemetaan kondisi sekolah guna memperkuat data pengusulan bantuan ke pemerintah pusat, khususnya melalui program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah.
“Pendataan dilakukan secara menyeluruh agar ketika ada program bantuan dari kementerian, daerah sudah memiliki kesiapan administrasi dan data kondisi riil sekolah,” jelasnya.
Selain untuk kepentingan pengusulan bantuan pusat, hasil pendataan tersebut juga akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan sekolah mana saja yang dapat ditangani melalui anggaran daerah.
Ia menyebutkan, jumlah sekolah yang cukup besar di Kabupaten Parigi Moutong membuat penanganan dilakukan secara bertahap dengan pola pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Kita menyesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran. Pemerintah daerah dan pusat nantinya berbagi peran agar lebih banyak sekolah bisa mendapatkan perbaikan,” katanya.
Di sisi lain, Disdikbud juga terus mendorong kepala sekolah aktif melaporkan kondisi fasilitas pendidikan di wilayah masing-masing agar proses verifikasi dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Melalui langkah tersebut, diharapkan kualitas sarana pendidikan di daerah terpencil semakin meningkat sehingga siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, dan memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik.















