KLIKPARIGI.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan terobosan baru untuk memperbaiki mutu layanan di fasilitas kesehatan melalui program SIMPATIK yang akan diterapkan di seluruh puskesmas dan rumah sakit daerah.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Darlin, mengatakan program tersebut dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih ramah, cepat, dan berorientasi pada kenyamanan pasien.
“Program ini kami siapkan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan medis, tetapi juga merasakan suasana yang lebih hangat dan manusiawi saat datang berobat,” ujarnya, Senin (06/04/2026).
Ia menjelaskan, SIMPATIK merupakan singkatan dari Siap Melayani Sepenuh Hati Bidang Kesehatan. Program ini akan diterapkan di 24 puskesmas dan tiga rumah sakit di wilayah Parigi Moutong.
Menurut Darlin, perubahan yang ingin dibangun dimulai dari hal-hal sederhana, seperti cara petugas menyambut pasien saat datang ke fasilitas kesehatan.
“Petugas harus membiasakan budaya senyum, sapa, dan salam. Kami ingin masyarakat merasa diterima dengan baik sejak pertama kali datang,” katanya.
Selain itu, petugas juga akan didorong untuk menggunakan bahasa daerah saat berkomunikasi dengan warga agar pelayanan terasa lebih dekat dan mudah dipahami.
“Kalau menggunakan bahasa daerah, masyarakat biasanya lebih nyaman. Ini akan membantu membangun komunikasi yang lebih baik antara petugas dan pasien,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada sikap petugas, Dinkes juga akan memperbaiki suasana ruang tunggu dengan menghadirkan fasilitas sederhana seperti minuman bagi pasien dan keluarga yang menunggu pelayanan.
“Kami ingin ruang tunggu terasa lebih nyaman. Walaupun sederhana, seperti menyediakan air minum atau minuman herbal, itu bisa membuat pasien merasa lebih diperhatikan,” ungkap Darlin.
Ke depan, Dinkes juga akan memanfaatkan media video untuk menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Materi edukasi akan disampaikan menggunakan bahasa lokal dan melibatkan masyarakat setempat agar pesan yang diberikan lebih mudah dipahami.
“Edukasi kesehatan harus disampaikan dengan cara yang lebih menarik. Video menggunakan bahasa daerah akan lebih efektif dibandingkan hanya lewat tulisan,” ujarnya.
Darlin menambahkan, program tersebut juga akan diperkuat melalui sistem rujukan berbasis teknologi agar pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat dilayani lebih cepat dan tepat.
“Kami ingin seluruh proses pelayanan, mulai dari pasien datang hingga dirujuk, berjalan lebih tertata dan mudah,” pungkasnya.















