KLIKPARIGI.ID – Ratusan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diusulkan masuk dalam Program Revitalisasi Sekolah tahun 2026. Usulan tersebut diajukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah itu.
Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan lebih dari 300 SD telah diusulkan untuk mengikuti program revitalisasi dan seluruhnya dinilai layak mendapatkan peningkatan fasilitas.
“Pada dasarnya, sekolah-sekolah yang kami usulkan semuanya layak untuk mendapatkan revitalisasi pada tahun 2026,” ujar Ibrahim di Parigi, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menjelaskan, proses pengusulan dilakukan sejak November hingga Desember 2025. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil tahapan verifikasi dari Kementerian Pendidikan terhadap sekolah-sekolah yang telah diajukan.
“Saat ini kami masih menunggu hasil verifikasi dari kementerian terhadap sekolah-sekolah yang telah diusulkan,” katanya.
Meski telah mengajukan ratusan sekolah, Ibrahim menegaskan tidak semua SD yang diusulkan dapat dipastikan menerima program revitalisasi. Penetapan sekolah penerima tetap mengacu pada persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Tidak semua sekolah yang diusulkan akan mendapatkan program ini. Kami berharap sekolah yang ditetapkan nanti benar-benar yang paling layak dan membutuhkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pendanaan Program Revitalisasi Sekolah pada prinsipnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun demikian, pemerintah daerah juga dapat memberikan dukungan tambahan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) jika kondisi keuangan daerah memungkinkan.
“Jika kemampuan keuangan daerah memungkinkan, revitalisasi juga bisa didukung melalui APBD,” ujarnya.
Menurut Ibrahim, Program Revitalisasi Sekolah bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
“Program ini berlaku untuk seluruh sekolah tanpa membedakan status dan lokasi, dengan prioritas pada sekolah-sekolah di wilayah terpencil,” tandasnya.
















