Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Parigi MoutongPotret

Zulfinasran: Dukungan BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Parigi Moutong

×

Zulfinasran: Dukungan BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, didampingi Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Moh. Rivai, menghadiri serah terima bantuan secara resmi di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Kesiapan menghadapi situasi darurat di Kabupaten Parigi Moutong kembali diperkuat melalui penambahan fasilitas operasional penanggulangan bencana dari pemerintah pusat. Dukungan tersebut mencakup kendaraan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di lokasi bencana serta paket logistik yang sewaktu-waktu dapat dimobilisasi ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Tambahan sarana itu diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong hadir dalam agenda tersebut untuk menerima dukungan sekaligus memperkuat koordinasi terkait kebutuhan penanggulangan bencana di daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, SSTP., MAP., bersama Plt. Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Moh. Rivai, ST., mewakili pemerintah daerah dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Adapun dukungan yang diterima berupa satu unit Mobil Dapur Umum Lapangan dan 100 paket logistik penanggulangan bencana. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Mobil Dapur Umum Lapangan memiliki fungsi penting dalam mendukung penyediaan makanan bagi masyarakat terdampak maupun petugas yang berada di lokasi penanganan. Sementara paket logistik dapat menjadi persediaan awal untuk mendukung kebutuhan masyarakat pada masa tanggap darurat.

Penambahan fasilitas tersebut melengkapi sejumlah dukungan peralatan yang sebelumnya telah diterima Kabupaten Parigi Moutong. Beberapa di antaranya berupa kendaraan roda dua untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Alkon, genset, tandon air karet, tenda, SCBA atau alat bantu pernapasan mandiri, hingga perahu karet untuk kebutuhan penyelamatan.

Baca Juga:  Hujan Deras Akibatkan Desa Jati Kecamatan Balinggi Terendam Air

Bertambahnya sarana operasional tersebut dinilai memiliki arti penting bagi daerah yang harus menghadapi beragam potensi ancaman bencana. Peralatan yang tersedia di lapangan menjadi salah satu faktor pendukung agar proses evakuasi, distribusi bantuan maupun pelayanan terhadap masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat.

Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah pusat melalui BNPB. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya menambah jumlah fasilitas, tetapi juga memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan respons segera.

“Dukungan ini menjadi tambahan kekuatan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Sarana yang diberikan akan mendukung penanganan bencana sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Zulfinasran.

Ia menambahkan, kesiapan penanggulangan bencana harus dibangun secara berkelanjutan. Pengadaan dan penambahan peralatan perlu diikuti dengan koordinasi yang baik, pemeliharaan sarana serta kesiapan personel agar seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal ketika dibutuhkan.

Karena itu, Pemkab Parigi Moutong akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, termasuk kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan dalam bidang kebencanaan. Koordinasi tersebut diperlukan agar dukungan yang diterima daerah dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga:  Jelang PSU Pilkada, Polres Parigi Moutong Gelar Simulasi Pengamanan Kota

“Kami akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar dukungan sarana dan fasilitas yang dibutuhkan daerah bisa terus diperkuat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Parigi Moutong,” tegasnya.

Selain menerima dukungan peralatan, koordinasi Pemkab Parigi Moutong bersama BNPB juga membahas potensi persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena ketersediaan air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika terjadi kekeringan berkepanjangan, pemerintah harus memiliki langkah antisipasi agar kebutuhan air masyarakat tetap dapat dipenuhi.

Dalam pembahasan tersebut, BNPB merencanakan sejumlah dukungan untuk membantu pemerintah daerah menghadapi ancaman kekeringan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan titik sumur bor pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap keterbatasan sumber air.

Pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat ketersediaan sumber air, terutama pada kawasan yang membutuhkan dukungan tambahan ketika kondisi kekeringan terjadi.

Selain infrastruktur sumber air, dukungan berupa armada tangki air juga menjadi bagian dari rencana penanganan. Armada tersebut nantinya dapat digunakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat dan kebutuhan air meningkat.

Dukungan lainnya berupa tambahan perlengkapan teknis kebencanaan juga menjadi bagian dari pembahasan. Ketersediaan peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan personel BPBD dalam bergerak dan melaksanakan penanganan di berbagai kondisi lapangan.

Baca Juga:  GAS Sehat Bersama Hadir, Pemerintah Perkuat Pelayanan Kesehatan hingga Pelosok Daerah

Zulfinasran menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak dapat hanya dibangun ketika bencana sudah terjadi. Pemerintah daerah perlu memastikan berbagai kebutuhan pendukung telah disiapkan sejak sebelum kondisi darurat muncul.

Menurutnya, penanganan bencana memiliki beberapa tahapan yang saling berkaitan, mulai dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan, respons cepat ketika bencana terjadi, hingga proses pemulihan setelah kondisi darurat berakhir.

Dengan semakin lengkapnya fasilitas, pemerintah daerah diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengerahkan sumber daya ketika menghadapi berbagai jenis ancaman bencana.

Pemkab Parigi Moutong juga akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Setiap dukungan dari pemerintah pusat akan diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan daerah, sementara kebutuhan yang masih belum terpenuhi akan terus dikomunikasikan melalui koordinasi bersama lembaga terkait.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem penanggulangan bencana yang tidak hanya mengandalkan respons saat kejadian, tetapi juga menitikberatkan pada kesiapan dan pencegahan.

Pada akhirnya, seluruh penguatan sarana dan koordinasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat. Pemkab Parigi Moutong berharap dukungan BNPB dan pemerintah pusat dapat terus berlanjut, sehingga daerah memiliki kemampuan yang semakin memadai dalam menghadapi berbagai potensi bencana serta memenuhi kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *