Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KlikSultengKomunitasParigi MoutongPendidikan

Program Listrik Sekolah Terpencil Terealisasi, 17 Sekolah Parimo Gunakan Panel Surya

×

Program Listrik Sekolah Terpencil Terealisasi, 17 Sekolah Parimo Gunakan Panel Surya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Sekolah. FOTO: Klikparigi.id.

KLIKPARIGI.IDProgram penyediaan listrik untuk sekolah terpencil di Kabupaten Parigi Moutong resmi terealisasi. Sebanyak 17 satuan pendidikan di wilayah pedalaman kini telah menggunakan listrik berbasis panel surya hasil kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan PLN.

Program tersebut mengacu pada surat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah bernomor 1337/C3/DM/00025 tertanggal 2 Juli 2025 tentang pemenuhan akses listrik di daerah terpencil.

Example 300x600

Kabid Manajemen SD, Ibrahim, menyampaikan realisasi program ini menjadi solusi bagi sekolah-sekolah yang sebelumnya belum terjangkau layanan listrik, sehingga aktivitas belajar mengajar kini dapat berjalan lebih optimal.

Baca Juga:  KPU Parigi Moutong Mulai Persiapkan Logistik Pilkada 2024

“Setelah adanya program kemnetria untuk daerah terpencil, 17 Sekolah alhamdulillah sudah memiliki akses listrik,” ungkap Kabid Management SD, Ibrahim, Jum’at (7/2/2026).

Ia merinci, dari total 17 sekolah penerima manfaat terdiri dari 1 TK, 11 SD, dan 5 SMP. Seluruh sekolah dipasangi instalasi listrik berdaya 900 VA menggunakan sistem panel surya oleh PLN.

Kata dia, program listrik merupakan kepedulian pemerintah pusat guna mendukung amanat president dalam percepatan revitalisasi dan digitalisasi sekolah.

“Bantuan pemerintah telah menjawab tantangan selama ini, dimana sekolah terpencil belum mendapatkan pelayanan listrik, bagaimana kita mau bicara digitalisasi sekolah dan pembelajaran berbasis teknologi,” jelasnya.

Baca Juga:  RSUD Buluye Napoae Moutong Kini Punya Layanan Kelas Rawat Inap Standar

Terkait pembiayaan, pemasangan kilometer listrik per sekolah dianggarkan sekitar Rp900 ribu. Sumber anggaran dapat berasal dari dana BOS maupun APBD, tergantung kebijakan daerah.

“Pemasangan kilometer listrik dianggarkan sekitar Rp 900 ribu, bisa bersumber dari dana BOS maupun APBD. Untuk Parimo, pembiayaan dilakukan melalui APBD, sementara biaya lainnya ditanggung oleh PLN.”

“Rp 900 ribu itu biaya sambung per sekolah. Selebihnya ditanggung PLN,” jelasnya.

Ibrahim menambahkan, pihaknya telah meninjau langsung salah satu sekolah penerima bantuan di Desa Salubanga. Ia memastikan fasilitas listrik sudah terpasang dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, termasuk penggunaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya dan Pemerintah Desa Petapa Kerja Sama Bangun Sinergi Lawan Radikalisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *