Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaParigi Moutong

Perencanaan 2027 Disiapkan, Bappelitbangda Parigi Moutong Lakukan Asistensi OPD

×

Perencanaan 2027 Disiapkan, Bappelitbangda Parigi Moutong Lakukan Asistensi OPD

Sebarkan artikel ini
Perencanaan pembangunan tahun 2027 mulai disiapkan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), asistensi penyusunan Rencana Kerja (Renja) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) resmi dilaksanakan guna memastikan dokumen perencanaan tersusun terarah dan terintegrasi.
Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (PIPW) Nyoman Sudiara. FOTO: IST.

KLIKPARIGI.IDPerencanaan pembangunan tahun 2027 mulai disiapkan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), asistensi penyusunan Rencana Kerja (Renja) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) resmi dilaksanakan guna memastikan dokumen perencanaan tersusun terarah dan terintegrasi.

Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (PIPW) Nyoman Sudiara mengatakan, asistensi dilakukan untuk mengawal proses penyusunan Renja agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dia mengatakan, proses asistensi telah dimulai dan dalam penyusunanya berpedoman pada ketentuan Permendagri Nomor 86, khususnya tahapan penyusunan dari Bab I hingga Bab V.

Baca Juga:  DPRD Parigi Moutong Dorong Pemulihan Pasca Banjir di Palasa

“Renja diharapkan bersinergi dengan Renstra OPD 2027. Rancangan awal Renja 2027 menjadi dasar penyusunan RKPD 2027,” ujar Sudiara saat ditemui, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, penyusunan Renja dilakukan secara bertahap dengan menekankan kesinambungan program prioritas setiap tahun. Hal ini penting agar arah pembangunan daerah tetap konsisten dan mendukung target jangka menengah.

Setelah tahapan penyusunan Renja, proses selanjutnya diarahkan pada penyusunan rincian belanja sebelum masuk ke dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Pada tahap ini, setiap OPD diminta memastikan keselarasan antara program, indikator kinerja, dan alokasi anggaran.

Baca Juga:  Pertanahan Parigi Moutong Ikuti Arah Kebijakan Nasional

Menurutnya, setiap OPD diminta menyiapkan rincian belanja per subkegiatan agar selaras dengan program prioritas, indikator kinerja, serta penempatan anggaran.

“Kita minta rincian belanja per subkegiatan supaya konek antara program prioritas, penganggaran, dan target indikator. Apalagi sekarang ada rasionalisasi anggaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi rasionalisasi anggaran menuntut perencanaan yang lebih selektif dan tepat sasaran. Program yang diusulkan harus benar-benar mendukung pencapaian indikator kinerja dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sudiara menambahkan, setelah tahapan penyusunan Renja selesai, proses selanjutnya adalah menunggu reviu Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dari Inspektorat sebagai bagian dari penguatan pengendalian perencanaan.

Baca Juga:  Peringati HLUN 2024, Komda Lansia Parigi Moutong Bakal Tingkatkan Program Organisasi

Melalui asistensi tersebut, Pemkab Parigi Moutong menargetkan perencanaan pembangunan tahun 2027 tersusun lebih terintegrasi, akuntabel, dan selaras antara program prioritas dengan dukungan anggaran daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *