KLIKPARIGI.ID – Penyelidikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, hingga merembet ke Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, terus bergulir. Polres Parigi Moutong telah memeriksa 12 orang saksi untuk menelusuri penyebab awal munculnya api.
Langkah penyelidikan dilakukan seiring penanganan kebakaran di lapangan yang masih berlangsung. Aparat kepolisian tidak hanya melakukan pendalaman keterangan, tetapi juga menurunkan personel untuk membantu proses pemadaman di area terdampak.
Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan Agustian Nugraha, mengatakan pemeriksaan difokuskan pada pihak-pihak yang mengetahui kronologi awal kejadian di Desa Avolua, yang kemudian berdampak hingga kawasan hutan Desa Uevolo.
“Sudah 12 orang yang kami periksa untuk dimintai keterangannya terkait penyebab awal kebakaran di Desa Avolua yang sudah merembet ke kawasan hutan Desa Uevolo,” ujar Hendrawan saat meninjau lokasi terjadinya karhutla di Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, bersama Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, Kamis, 5 Februari 2026.
Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menggali informasi mengenai pihak yang pertama kali melakukan pembakaran hingga api meluas dan memicu kebakaran hutan maupun lahan di dua wilayah tersebut.
Ia mengungkapkan, ke 12 orang saksi tersebut ditanyakan hal-hal terkait yang mengetahui secara pasti orang, yang awalnya membakar hingga kemudian mengakibatkan kebakaran hutan maupun lahan.
Jumlah saksi yang diperiksa diperkirakan masih akan bertambah. Kepolisian menyebut belum seluruh pihak yang diduga mengetahui peristiwa awal kebakaran dimintai keterangan.
Namun, saksi-saksi yang dimintai keterangan kemungkinan akan bertambah. Sebab, belum seluruhnya saksi-saksi dimintai keterangan.
Selain penyelidikan, Polres Parigi Moutong juga memprioritaskan dukungan langsung dalam operasi pemadaman. Personel dari Satuan Samapta dan Polsek terdekat diterjunkan untuk membantu tim gabungan di lokasi kebakaran.
Pasalnya, Polres Parigi Moutong saat ini masih fokus membantu upaya pemadaman api dengan mengerahkan sebanyak 30 orang personel yang terdiri dari Satuan Samapta dan Polsek jajaran terdekat dengan lokasi karhutla.
“Kami fokus dulu membantu upaya pemadaman api sembari mengumpulkan bahan dan keterangan dari saksi,” tandasnya.
















