KLIKPARIGI.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan kesiapan dan kualitas bantuan pangan bagi masyarakat menjelang penyaluran periode Februari–Maret 2026. Hal tersebut ditandai dengan peninjauan langsung oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, ke sejumlah gudang penyimpanan beras milik Bulog, Selasa (31/3/2026).
Didampingi Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait, Wakil Bupati melakukan pengecekan di Gudang Bulog Olaya dan Gudang Bulog Tolai. Kegiatan ini bertujuan memastikan bantuan yang disalurkan kepada masyarakat dalam kondisi layak dan sesuai standar.
Dalam keterangannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa hasil pengecekan menunjukkan ketersediaan dan kualitas bantuan dalam kondisi baik. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan setiap bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan pengecekan bersama, bantuan tersedia dengan baik dan kualitasnya memenuhi standar. Kami ingin memastikan masyarakat menerima bantuan yang layak,” ujarnya.
Sebanyak 72.603 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijadwalkan menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Program ini diharapkan mampu membantu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat.
Namun demikian, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan. Ia meminta seluruh petugas di lapangan agar bekerja secara profesional dan tidak dipengaruhi oleh faktor kedekatan pribadi.
“Saya tegaskan kepada petugas agar benar-benar objektif dalam menentukan penerima. Jangan sampai bantuan diberikan tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, menjelaskan bahwa pengecekan ini merupakan bagian dari prosedur sebelum distribusi dilakukan ke tingkat desa. Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam menjaga transparansi penyaluran.
Menurutnya, program bantuan pangan ini juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran, khususnya beras, sehingga tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Program ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas harga pangan di pasar,” jelas Jusri.
Ia juga menyebutkan bahwa penyaluran bantuan pangan direncanakan berlangsung beberapa kali dalam setahun, menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi agar program tersebut dapat berjalan optimal.
Melalui pengawasan yang ketat, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap penyaluran bantuan pangan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.















