KLIKPARIGI.ID – Kabupaten Parigi Moutong masuk dalam wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memetakan sedikitnya delapan jenis bencana yang berpotensi terjadi dan memerlukan kesiapsiagaan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan delapan jenis bencana tersebut meliputi tsunami, banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gempa bumi, serta potensi bencana lainnya.
“Delapan jenis bencana yang menjadi perhatian kami meliputi tsunami, banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gempa bumi, serta bencana lainnya yang berpotensi terjadi di Parigi Moutong,” ujar Rivai.
Ia mengungkapkan, sepanjang Januari 2026 BPBD Parigi Moutong mencatat delapan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah. Data tersebut tercatat dalam aplikasi Sistem Informasi Bencana Indonesia Manajemen Operasional (SiBimo).
“Dalam catatan kami di aplikasi, sepanjang Januari ini terjadi delapan kejadian karhutla di beberapa wilayah. Alhamdulillah, seluruh kejadian tersebut dapat tertangani,” jelasnya.
Rivai menyebutkan, penanganan karhutla melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait. Meski demikian, tidak seluruh kejadian memerlukan penanganan lanjutan karena sebagian api padam dengan sendirinya.
“Semua kejadian bisa diatasi oleh Damkar bersama stakeholder terkait, meskipun ada beberapa lokasi yang apinya padam dengan sendirinya,” katanya.
Menurut Rivai, tingginya potensi bencana di Parigi Moutong menuntut penguatan kolaborasi lintas sektor. Ia meminta pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan kebencanaan, hingga masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.
“Kami meminta semua pihak untuk terus berkolaborasi. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja bersama,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rivai saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Command Center Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong. Rapat tersebut semula dijadwalkan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong selaku ex officio Kepala BPBD, namun berhalangan hadir.
Ke depan, Rivai menegaskan BPBD Parigi Moutong akan terus memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI-Polri, perangkat daerah, serta relawan kebencanaan guna meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
















