Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Parigi Moutong

Lepas Kontingen Pesparani, Erwin Burase Minta Peserta Jaga Nama Baik Parigi Moutong

×

Lepas Kontingen Pesparani, Erwin Burase Minta Peserta Jaga Nama Baik Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Bupati Erwin Burase melepas kontingen LP3KD Kabupaten Parigi Moutong untuk mengikuti pesparani katolik tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. FOTO: Istimewa

KLIKPARIGI.ID – Sebanyak 62 anggota kontingen Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Parigi Moutong dipastikan ambil bagian dalam Pesparani Katolik tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Sebelum berangkat mengikuti ajang tersebut, seluruh kontingen dilepas secara resmi oleh Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis, (1/10/2026).

Kontingen tersebut akan mengikuti sejumlah kategori perlombaan, mulai dari paduan suara campuran, cerdas cermat rohani anak-anak dan remaja, tutur kitab suci, hingga berbagai kategori mazmur. Keikutsertaan tersebut tidak hanya membawa misi meraih prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan yang rukun dan toleran di tengah keberagaman masyarakat Parigi Moutong.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta, pembina, pelatih, pendamping dan official yang telah mempersiapkan kontingen untuk mengikuti kompetisi tingkat provinsi.

Menurutnya, keterlibatan Parigi Moutong dalam Pesparani merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan pembinaan keagamaan sekaligus upaya membangun kehidupan sosial yang harmonis.

“Keikutsertaan Parigi Moutong dalam Pesparani bukan hanya tentang mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen kita untuk terus membangun masyarakat yang hidup rukun, saling menghargai dan mampu menjaga toleransi di tengah keberagaman,” ujar Erwin.

Baca Juga:  Seminar PJPK, Wabup Parimo Dorong Integrasi Program Kependudukan Lintas Sektor

Ia mengatakan, kegiatan keagamaan memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar agenda kompetisi. Pembinaan melalui kegiatan tersebut dapat membantu menanamkan nilai moral, etika, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, Erwin meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjaga nama baik daerah selama berada di lokasi pelaksanaan Pesparani.

“Berikan penampilan terbaik dengan penuh keyakinan. Ikuti seluruh rangkaian kegiatan secara disiplin, jaga sportivitas, hormati peserta lain dan tetap menunjukkan sikap yang baik selama mengikuti kegiatan,” pesannya.

Bawa Nama Baik Parigi Moutong

Bupati mengingatkan para peserta bahwa kehadiran mereka dalam ajang tingkat provinsi bukan hanya mewakili diri sendiri. Setiap anggota kontingen membawa identitas Kabupaten Parigi Moutong sehingga sikap dan perilaku selama kegiatan juga menjadi bagian dari citra daerah.

Ia berharap para peserta mampu menunjukkan bahwa generasi muda dan masyarakat Parigi Moutong memiliki kemampuan untuk berprestasi sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

“Saudara-saudara bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Kabupaten Parigi Moutong. Tunjukkan kemampuan yang sudah dipersiapkan, tetapi jangan lupakan nilai persaudaraan, toleransi dan saling menghormati,” katanya.

Erwin juga menekankan agar target prestasi tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, pengalaman bertemu dan berinteraksi dengan peserta dari daerah lain juga memiliki nilai penting dalam memperluas persaudaraan.

Baca Juga:  Kantah Parigi Moutong Dukung Pendampingan SPT Tahunan di Kanwil BPN Sulteng

“Yang kita harapkan bukan hanya prestasi di arena perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini harus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan dan memperkuat toleransi antarumat beragama,” tambahnya.

Apresiasi untuk Pembina dan Pendukung

Erwin turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan kontingen. Peran pembina, pelatih, pendamping dan official dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta sebelum mengikuti kompetisi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga peserta serta berbagai pihak yang memberikan dukungan, baik dalam bentuk moril maupun materil.

Menurutnya, persiapan yang telah dilakukan harus dibawa dengan semangat positif selama kontingen mengikuti seluruh tahapan Pesparani.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada para pembina, pelatih, pendamping dan official yang telah bekerja mempersiapkan kontingen. Dukungan keluarga dan seluruh pihak juga sangat berarti bagi peserta,” ungkapnya.

Ia kemudian meminta seluruh anggota kontingen menjaga kondisi fisik, kekompakan serta semangat selama mengikuti kegiatan.

“Jaga kesehatan, kekompakan dan semangat. Tampilkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri. Apa pun hasil yang diperoleh nantinya, jadikan sebagai pengalaman dan bagian dari proses pembinaan untuk meningkatkan prestasi ke depan,” lanjut Erwin.

Baca Juga:  Respons Cepat Pascagempa, Tim ERT ABM Group Salurkan Bantuan ke Sigi

Delapan Kategori Diikuti Kontingen Parimo

Kontingen LP3KD Kabupaten Parigi Moutong yang berjumlah 62 orang akan berkompetisi pada berbagai kategori Pesparani Katolik tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Kategori yang diikuti meliputi paduan suara campuran, cerdas cermat rohani anak-anak, cerdas cermat rohani remaja, tutur kitab suci, mazmur anak-anak, mazmur remaja, mazmur Orang Muda Katolik (OMK), serta mazmur dewasa.

Keikutsertaan pada berbagai kategori tersebut menjadi kesempatan bagi kontingen Parigi Moutong untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman dalam kompetisi keagamaan tingkat provinsi.

Pemerintah daerah berharap seluruh peserta mampu menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab serta menjaga kekompakan hingga kegiatan berakhir.

Erwin juga berharap semangat yang dibangun selama persiapan dapat terus dipelihara, sehingga Pesparani tidak hanya menghasilkan capaian prestasi, tetapi juga memperkuat pembinaan umat dan kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Parigi Moutong.

“Yang paling penting adalah tampil dengan kemampuan terbaik, menjaga nama baik daerah dan menjadikan Pesparani sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan. Prestasi kita harapkan, tetapi nilai kebersamaan dan toleransi juga harus tetap menjadi bagian utama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *