Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaEkonomiParigi Moutong

Harga Minyak Kita di Parigi Moutong Melonjak, Sentuh Rp20 Ribu per Liter

×

Harga Minyak Kita di Parigi Moutong Melonjak, Sentuh Rp20 Ribu per Liter

Sebarkan artikel ini
Harga minyak goreng rakyat merek Minyak Kita di Kabupaten Parigi Moutong mengalami lonjakan dan menyentuh Rp20.000 per liter.
Produk Minyak Kita. FOTO: Istimewa.

KLIKPARIGI.ID – Harga minyak goreng rakyat merek Minyak Kita di Kabupaten Parigi Moutong mengalami lonjakan dan menyentuh Rp20.000 per liter. Kenaikan tersebut ditemukan dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Senin, 23 Februari 2026, di Pasar Senggol Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Sidak dilakukan tim gabungan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Parigi Moutong. Dari hasil pemantauan, harga Rp20.000 per liter itu tercatat jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Di Pasar Senggol Tolai, sejumlah pengecer mengaku terpaksa menjual di atas HET karena harga beli dari toko mencapai Rp217.000 per karton. Sementara di salah satu toko, Minyak Kita dijual Rp217.000 per karton dengan harga beli Rp210.000 dari distributor di Palu. Selisih harga di tingkat distributor tersebut diduga menjadi pemicu kenaikan di tingkat pengecer.

Baca Juga:  Demi Kesejahteraan Rakyat, Polres Parimo dan Disperindag Cek Harga Beras di Pasar

Berbeda dengan kondisi di Pasar Senggol Tolai, di Pasar Inpres Parigi, Minyak Kita masih dijual sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter. Mayoritas komoditas strategis lainnya juga relatif stabil. Beras premium dijual Rp14.500 per kilogram, beras medium Rp13.000 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.000 per kilogram.

Namun demikian, tim juga menemukan beberapa komoditas melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP). Bawang putih dijual Rp45.000 per kilogram (HAP Rp40.000), sedangkan daging ayam Rp42.500 per kilogram (HAP Rp40.000). Pedagang menyebut kenaikan dipengaruhi harga pasokan dari Kota Palu.

Baca Juga:  Kejati Sulteng Panen Jagung Program Jaksa Mandiri Pangan di Sigi

Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong, IPTU Anugerah S. Tarigan, menegaskan pihaknya akan menelusuri rantai distribusi untuk memastikan tidak ada praktik spekulasi harga.

“Kami akan mendalami rantai distribusi Minyak Kita ini. Jika ditemukan unsur kesengajaan menaikkan harga di atas HET demi keuntungan tidak wajar, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas IPTU Anugerah.

Ia juga mengingatkan seluruh pelaku usaha agar mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami mengingatkan seluruh pelaku usaha agar patuh pada HET dan HAP. Jangan bermain-main dengan kebutuhan pokok rakyat. Negara hadir untuk memastikan harga tetap stabil dan mutu pangan terjaga,” tambahnya.

Baca Juga:  Revisi RTRW Parigi Moutong Diharapkan Jadi Pedoman Investasi Berbasis Tata Ruang

Secara umum, stok pangan di Parigi Moutong dinyatakan aman dan mutu produk yang beredar masih dalam kondisi baik. Tim gabungan melakukan pendataan, dokumentasi, serta memberikan imbauan langsung kepada pedagang agar tidak menjual di atas HET.

Lonjakan harga Minyak Kita ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat penegak hukum guna menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *